Nama Habibie Raib dari Panel Sejarah BRIN, Eks Peneliti Sebut Ada Upaya Dehabibienisasi

Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

VoxPop Politik – Mantan Peneliti BATAN yang juga Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menilai janggal tidak tercantumnya nama Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) dalam panel sejarah atau lini masa perkembangan-sejarah riset dan teknologi di Gedung Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

img_title Pimpinan Buruh Wanti-wanti DPR: Agustus Diprediksi Ada Kerusuhan Besar, Situasi Rawan

Dalam panel yang terpampang di BRIN, cuma ada foto Presiden RI pertam Sukarno dan Kepala BRIN saat ini, Laksana Tri Handoko. Wakil Ketua Fraksi PKS itu mengatakan hal ini menjadi indikasi nyata adanya dehabibienisasi yang terstruktur, sistematis dan masif. 

Ia mencurigai ada sejumlah upaya 'dehabibienisasi' atau menghapuskan warisan yang ditinggalkan Presiden ketiga RI tersebut, utamanya melalui perombakan kelembagaan riset dan teknologi. 

img_title 18 Konfederasi Buruh Temui Pimpinan DPR, Serahkan Draf Usulan RUU Ketenagakerjaan

"Bila sebelumnya 'dehabibienisasi' itu bersifat kelembagaan namun dengan penghilangan secara sengaja nama Habibie dari lini masa perkembangan iptek (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) nasional, dugaan itu menjadi terkonfirmasi," kata Mulyanto kepada awak media, Senin, 6 Februari 2023.

Menurut Mulyanto upaya tersebut terlihat, di antaranya pada akhir bulan lalu telah ditutup lembaga riset antariksa dan penerbangan di Pasuruan, Jawa Timur. 

img_title Advokat Ingatkan DPR, RUU Perampasan Aset Jangan Sampai Berubah Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

Anggota DPR Fraksi PKS Mulyanto.

Photo :
  • Dok. PKS

Sebelumnya juga telah dibubarkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Dewan Riset Nasional (DRN), Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), LIPI, BATAN dan LAPAN.

"Sebelumnya juga telah dihapus Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), Dewan Standardisasi Nasional (DSN) serta dimuseumkannya pesawat terbang karya anak bangsa N-250 Si Gatot Kaca. Bahkan Kita menyaksikan porak-porandanya BPPT dan hasil-hasil rekayasanya baik tsunami early warning system, puna male, dll," ujarnya.

Mulyanto menegaskan negara tidak bisa begitu saja menghilangkan jejak pengembangan iptek yang sudah dibangun susah payah oleh begawan teknologi Indonesia, BJ Habibie. Bangsa Indonesia harus mengakui bahwa Habibie berhasil membangun struktur pembangunan teknologi Iptek (techno-structure) yang kokoh dan bermanfaat di Indonesia. 

"Pak Habibie berhasil membangun human-ware (SDM), technoware (peralatan), orgaware (kelembagaan) maupun infoware (jaringan) yang berujung pada beroperasinya Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS)," ujarnya.

BUMNIS, lanjutnya, merupakan wahana anak bangsa memproduksi peralatan Hankam dan sipil canggih mulai dari pesawat terbang, kapal, tank, senjata, peledak, industri berat sampai elektronik. Bahkan pada posisi tertentu, bisa dibilang, BUMNIS sangat berperan membangun kekuatan pertahanan dan keamanan nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut