TGB Blak-blakan Keluar Perindo karena Dukung Zul-Uhel di Pilgub NTB: Pemimpin Butuh 2 Periode

TGB Zainul Majdi bersama Zulkieflimansyah (istimewa)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

Lombok, VoxPop – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan alasannya keluar dari Partai Perindo. Secara implisit Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ini menjelaskan bahwa tidak mendukung kakak kandungnya Sitti Rohmi Djalillah – yang didukung Perindo di Pilgub NTB 2024.

img_title Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim Divonis Bebas dari Kasus Gratifikasi

“Saya juga berstatment NWDI tidak mendukung Rohmi-Firin, kenapa saya berstatement seperti itu karena memang faktanya seperti itu,” kata TGB baru-baru ini.

“Jadi memang NWDI sebagai organisasi tidak mendukung Rohmi-Firin sebagai pasangan calon gubernur. Tidak pernah ada dukungan itu. Sekarang saya statement-kan lagi karena ini perlu agar tidak menjadi missunderstanding (kesalahpahaman),” ujarnya.

img_title Silaturahmi ke PWNU-PCNU NTB, Gus Salam Soroti Potensi Wisata Halal Untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Pernyataan TGB ini serupa dengan pernyataan di Islamic Center NTB pada 24 Mei lalu. Dia juga menegaskan tidak mendukung Rohmi-Firin di Pilgub NTB 2024. Pernyataan saat ini bentuk konsistensi dukungan sikap di Pilgub NTB 2024.

TGB Zainul Majdi dan Zulkieflimansyah berpose dua jari sebagai sinyal agar paket Zul-Rohmi lanjut dua periode, meskipun belakangan paket tersebut bubar. (Satria)

Photo :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)
img_title DPR Usul Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah Tanpa Wakil

TGB memberi sinyal mendukung paslon nomor urut 1 Zulkieflimansyah-Suhaili Fadhil Thohir (Zul-Uhel) di Pilgub NTB 2024 dengan alasan idealnya pemimpin itu menduduki jabatan dua periode untuk dapat menyukseskan program-programnya.

“Pengetahuan data, survei di mana-mana memperlihatkan pemimpin itu butuh rentang waktu kalau dalam bahasa kita dua periode. Termasuk kepemimpinan nasional kita, supaya apa yang dia gagas lebih sempurna, apa yang dia bangun itu bisa dituntaskan,” katanya.

TGB mengatakan hal tersebut karena berdasarkan pengalaman memimpin NTB selama dua periode, dari 2008 hingga 2018. “Pengalaman saya pribadi ketika dulu memimpin NTB selama 10 tahun, 2008 sampai 2018 memang saya rasakan betul bahwa saya sebagai pemimpin butuh dua periode,” ujarnya.

“Banyak hal yang dituntaskan di periode kedua pondasinya sudah ada di periode pertama,” kata TGB.

Dia mencontohkan beberapa hal yang berkaitan dengan periode pertama dapat dikerjakan pada periode kedua.

“Konversi Bank NTB menjadi bank syariah itu di periode pertama kita gagas. Kemudian wisata halal termasuk pembenahan infrastruktur,” ujar dia.

Butuh Dua Periode

TGB menegaskan bahwa pemimpin idealnya membutuhkan waktu dua periode untuk menyempurnakan apa yang telah digagas sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut