Bahas Isu Strategis Kepemiluan, Kemendagri Ajak Diskusi Para Pakar

Wamendagri, Bima Arya
Sumber :
  • Kemendagri

Jakarta, VoxPop – Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu, terus dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, Kemendagri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), melakukan focus group discussion atau FGD dengan para pakar yang terlibat aktif dalam soal kepemiluan.

img_title DPR Usul Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah Tanpa Wakil

Dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, FGD yang menghadirkan para pakar kepemiluan mengambil tema "Isu-Isu Strategis dalam Sistem Kepemiluan di Indonesia", yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama (RSU) Kantor Pusat Kemendagri, kamis kemarin.

Wamendagri Bima Arya, mengatakan ini sebagai langkah awal partisipasi publik dalam rangka peningkatan kualitas pemilu di Indonesia. Ia menyebut, ini rangkaian awal atau kick off untuk selanjutnya digelar dengan melibatkan daerah.

img_title Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat

"Saya akan memandu agar waktu berjalan efektif, karena kita membutuhkan betul-mungkin ini bukan pertemuan yang pertama, nanti akan ada serangkaian ada FGD dan kita ingin sekali agar teman-teman di daerah juga bisa terlibat," kata Bima.

Beberapa isu strategis disorot oleh Wamen Bima. Seperti revisi UU Pemilu dan Pilkada. Apakah nanti di bawah payung omnibus law politik atau cukup fokus pada dua undang-undang tersebut. 

img_title Pemerintah Perkuat Pemanfaatan IKD untuk Penyaluran Bansos yang Lebih Tepat Sasaran

Selanjutnya adalah terkait presidential threshold dan implikasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan semua partai politik mengajukan capres-cawapres karena tidak ada lagi ambang batasnya.

Selain itu, juga manfaat dan dampak langsung dalam pelaksanaan pilkada melalui DPRD. Terutama soal biaya politik yang tinggi hingga keserentakan pemilu dan dampak dalam partisipasi politik masyarakat.

“Kita ingin kita agar bisa fokus ke isu-isu utama tapi kalau nanti ada tambahan silakan,” tambahnya.

Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, mengaku bersyukur FGD ini bisa terselenggara. Dia optimis berbagai permasalahan utama yang mempengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia dapat dipetakkan.

Harapannya juga adalah dapat mengeksplorasi model demokrasi dan sistem kepemiluan yang ideal sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia dan tantangan global. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi rekomendasi perbaikan terhadap sistem kepemiluan di Indonesia.

"Salah satu tujuan dari kegiatan ini yakni mengeksplorasi bentuk model demokrasi dan sistem kepemiluan yang ideal, sesuai dengan nilai-nilai budaya, karakteristik masyarakat Indonesia dan tuntutan globalisasi," jelas Yusharto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut