Viral Anak Pejabat Pajak Lakukan Penganiayaan, Begini Respons Stafsus Menkeu

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo.
Sumber :
  • istimewa

VoxPop Bisnis – Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo buka suara soal kasus heboh terkait anak pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diduga melakukan penganiayaan. Anak pejabat itu juga terlihat memamerkan kekayaannya di media sosial, berupa motor dan mobil mewah.

img_title Ditunda hingga Akhir Oktober, DJP: Pajak E-Commerce Mulai Berlaku di 1 November 2026

Yustinus mengatakan, dia berterima kasih atas informasi tersebut. Ia mengatakan, kasus ini menjadi perhatian khusus dari Kemenkeu.

"Hal tersebut menjadi perhatian dan bahan pendalaman. Mengingat ini kasus pribadi, kami berupaya membedakan dengan institusi. Komitmen Kemenkeu jelas, senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas," ujar Yustinus dalam Twitternya Rabu, 22 Februari 2023.

img_title Bebaskan Pajak 3 Tahun untuk Proses Konsolidasi BUMN, Purbaya: Biar Prosesnya Smooth!

Terduga pelaku penganiayaan, anak pejabat pajak Jaksel Mario Dandy Satriyo

Photo :
  • Twitter

Untuk saat ini kata dia, Kementerian Keuangan masih berkoordinasi dan berkoordinasi dengan para pihak terkait. "Kami berkomitmen terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para pihak, termasuk penegak hukum dan tentu saja para sedulur Banser, Nahdliyin dan para pecinta kedamaian," ujarnya.

img_title Bantah Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tagih Pajak, Purbaya: Mereka Juga Enggak Ngerti!

Mencuatnya kasus ini diketahui melalui unggahan netizen @rahulmaani yang menuliskan bahwa terduga pelaku itu merupakan anak dari pejabat eselon II kantor pajak.

"Bapaknya, pejabat eselon II Kantor Pajak, anaknya pamer motor dan mobil mewah. Bapaknya, berusaha ngumpet dari sorotan media, biar publik gak penasaran duitnya dari mana. Anaknya, malah pamer di media kasih kabar kepada dunia bahwa bapaknya orang kaya," ujarnya.

"Namanya, Mario Dandy Satrio, anak Pejabat Eselon II DJP. Telah melakukan tindak pidana penculikan dan penganiayaan. Mungkin dia merasa kaya, bisa bayar pengacara, lalu merasa berhak hajar anak orang suka-suka," tambahnya.

Menurut akun itu, keterangan kronologi kejadian terduga pelaku melakukan penculikan dan membawa korban ke gang kosong untuk untuk dieksekusi.

"Kronologinya ngeri juga. Diculik dan dibawa ke gang kosong untuk dieksekusi, lalu dihajar sampai koma di ICU. Modusnya udah kayak mafia aja ini mah," ujarnya.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Inge Diana Rismawanti

Pajak E-Commerce Ditunda, DJP Buka Suara soal Pedagang yang Terlanjur Bayar

DJP Kemenkeu menunda implementasi pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi pada platform e-commerce (marketplace), demi menjaga daya beli masyarakat.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut