Bursa Asia Lesu Usai Pengadilan AS Tetapkan Kebijakan Tarif Timbal Balik Trump Ilegal

Ilustrasi kegiatan ekspor-impor di kawasan Asia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Jakarta, VoxPop - Bursa Asia-Pasifik mengalami koreksi pada sebagian indeks pada pembukaan perdagangan Senin, 1 September 2025. Penurunan dipicu sikap investor menilai hasil putusan pengadilan banding Federal Amerika Serikat (AS) yang menyatakan sebagian besar tarif timbal balik yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump adalah ilegal.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Federal memutuskan Trump telah melampaui kewewenang kepresidenannya. Trump telah mengenakan pungutan hampir setiap negara di dunia sebagai bagian dari pengumuman “hari pembebasan” pada tanggal 2 April 2025 lalu.

Di samping itu, investor akan mencermati perkembangan hubungan India dan Tiongkok. Para pemimpin kedua negara tersebut sepakat menjalin kemitraan pembangunan dan bukan rival dalam pertemuan dua hari blok keamanan regional Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). 

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Presiden Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan menyampaikan pidato di KTT tersebut. Data PMI manufaktur Tiongkok dilaporkan mencapai 49,4 pada bulan Agustus atau naik 0,1 persen bualn sebelumnya di angka 49,3.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Saham China turut menjadi perhatian investor, khususnya pergerakan saham di Alibaba Group setelah melonjak hampir 13 persen di Wall Street pada sesi perdagangan Jumat. Lompatan saham menyusul laba yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal Juni.

Dikutip dari CNBC Internasional, data manufaktur Ratingdog Tiongkok untuk bulan Agustus akan dirilis hari ini, Senin, 1 September 2025. Ekonom memperkirakan terjadi kenaikan menjadi 49,7 dibandingkan bulan sebelumnya di level 49,5. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,92 persen. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dibuka datar.

Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, anjlok sebesar 0,85 persen. Begitu pula, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil merosot 0,74 persen.

Di bursa Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,17 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan kenaikan dari 25.077,62 menjadi 25.319.

Di Wall Street , saham jatuh karena data inflasi menunjukkan kenaikan harga masih menjadi risiko menjelang bulan selanjutnya. S&P 500 yang berbasis luas ditutup melemah 0,64 persen di level 6.460,26. 

Nasdaq Composite terjun 1,15 persen menjadi 21.455,55. Sementara itu, indesk Dow Jones Industrial Average  mencatat penurunan sebanyak 92,02 poin atau 0,20 persen menjadi 45.544,88.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut