Investor Waspada! 2026 Diprediksi Jadi Titik Balik Kekuasaan Dolar AS

Mata uang Dolar AS
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Begitu pula BRICS Pay, yang memungkinkan negara BRICS+ melakukan transfer langsung dengan mata uang mereka sendiri. Stablecoin juga menjadi ancaman potensial bagi dominasi Dolar. Token digital ini memungkinkan pembayaran lintas batas 24/7 dengan biaya rendah, tanpa harus melalui jaringan perbankan tradisional. 

img_title Diversifikasi Sumber Pendanaan, Purbaya: Panda Bond Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Meskipun saat ini sebagian besar stablecoin dipatok pada Dolar AS, masa depan bisa berubah jika stablecoin multivaluta atau non-Dolar memperoleh adopsi luas. China, misalnya, diprediksi akan memperluas penggunaan stablecoin yang terikat pada RMB, yang dapat digunakan untuk proyek nyata di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Seiring teknologi berkembang dan peluang ekonomi semakin tersebar, pergantian mata uang dominan tidak lagi memerlukan waktu satu abad seperti sejarah sebelumnya. 

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.915 usai Pengumuman soal Defisit APBN dan BI Rate

Meskipun Dolar masih menjadi raja, retak-retak dominasi mulai terlihat. Tahun 2026 bisa menjadi titik awal momentum perubahan yang akan menggeser keseimbangan finansial global secara signifikan.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.008 per dolar AS. Posisi itu menguat 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut