Rupiah Melemah Dipengaruhi Krisis Venezuela dan Laporan Inflasi di Jakarta

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Bahlil Pangkas Harga Acuan Batu Bara Jadi US$124,44 Per Ton, Catat Rinciannya

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.762 per Selasa, 6 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 14 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.748 pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 7 Januari 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.761 per dolar AS. Posisi itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.758 per dolar AS.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Photo :
  • istockphoto.com

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan inflasi di Jakarta sepanjang 2025 terkendali di angka 2,63 persen dari target 2,5 +/- 1 persen. Penyumbang angka inflasi masih didominasi oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau. 

img_title Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini

Inflasi year-on-year (yoy) atau tahun ke tahun terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas, yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) tersebut yaitu dari 105,69 pada Desember 2024, menjadi 108,47 pada Desember 2025. 

Inflasi secara year-on-year (yoy) atau tahunan itu terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas, yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,67 persen

Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga sebesar 3,22 persen.

Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,47 persen. Kelompok kesehatan juga naik sebesar 2,08 persen, begitu juga kelompok transportasi sebesar 0,71 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,88 persen, kelompok pendidikan 2,16 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,83 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya 11,89 persen.

Selain itu, pergantian tahun ajaran pendidikan, momen perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), peningkatan harga emas perhiasan selaras dengan harga emas global yang terus meningkat sepanjang tahun, serta sejumlah peristiwa lainnya, turut memengaruhi pergerakan inflasi di Jakarta sepanjang 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut