Harga Emas Pulih Usai Iran Bantah Lakukan Diskusi dengan Trump
- Moneycontrol
Jakarta, VoxPop - Kabar bahagia bagi para pelaku pasar saat konflik Timur Tengah belum kunjung menunjukkan tanda-tanda damai. Pada penutupan perdagangan Senin, 23 Maret 2026, harga emas dunia berbalik menguat (rebound) setelah Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Melansir Investing, harga emas di pasar tercatat memangkas penurunan menjadi 1,7 persen menjadi US$4.408,33 atau sekitar Rp 74,71 juta (estimasi kurs Rp 16.950 per dolar AS) per ons pada pukul 15.53 ET. Sebelumnya harga emas terpantau anjlok hingga 8,2 persen pada awal sesi perdagangan.
Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 3,6 persen menjadi US$4.444,81 per ons. Sementara itu, logam mulia lain bergerak bervariasi di mana Platinum tercatat turun 5,2 persen menjadi US$1.868,15 per ons sedangkan perak menguat 1,9 persen ke level US$69,07 per ons.
Ilustrasi Emas dan Perak
- Mint
Pemulihan harga emas merupakan respons pasar pernyataan Trump yang mengklaim telah melakukan diskusi secara baik dan produktif dengan Iran. Ia menyebut telah menunda rencana serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.
“Berdasarkan suasana dan nada pembicaraan ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari,” ujar Trump.
Namun, klaim Trump ini langsung dibantah oleh pihak Iran. Media pemerintah Iran menegaskan, tidak ada pembicaraan langsung dengan AS, baik secara terbuka maupun tertutup.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran turut memberikan pernyataan tegas posisi negaranya tidak berubah, termasuk terkait Selat Hormuz dan syarat penghentian konflik. Situasi yang saling bertolak belakang ini membuat pasar keuangan global bergerak fluktuatif.
Investor sempat melihat peluang de-eskalasi konflik. Namun ketidakpastian yang masih tinggi membuat pergerakan harga emas tetap terbatas.
Trump tetap optimis terkait peluang kesepakatan damai. “Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat kuat. Kita lihat ke mana arahnya. Kami memiliki banyak kesepakatan penting. Menurut saa, diskusi berjalan dengan sangat baik,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka. “Kami memiliki peluang yang sangat serius untuk mencapai kesepakatan. Itu tidak menjamin apa pun… tetapi ada kemungkinan nyata,” katanya.
