Chandra Daya Investasi Raup Laba Rp2 Triliun di 2025, Ekspansi Dorong Kinerja Melonjak
- Website Chandra Daya Investasi (CDIA
Jakarta, VoxPop – Salah satu emiten yang dikendalikan taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), menutup tahun buku 2025 dengan kinerja solid. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$127,8 juta atau sekitar Rp 2,19 triliun (estimasi kurs Rp 17.150 per dolar AS) seiring strategi ekspansi dan penguatan fundamental bisnis yang berjalan agresif namun terukur.
Capaian itu setara kenaikan 281,7 persen secara year on year (yoy). Selain itu, perseroan yang bergerak bidang konsultasi manajemen lainnya ini mencatat EBITDA sebesar US$118,8 juta atau tumbuh 288 persen secara tahunan.
"Ini mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik,” ujar Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, dikutip dari keterbukaan informasi pada Senin, 13 April 2026.
Jonathan menyebut tahun 2025 sebagai fase penting dalam perjalanan transformasi perseroan menjadi perusahaan terbuka. Jonathan menambahkan, perseroan juga menetapkan dividen interim sebesar US$10 juta atau sekitar Rp 171,5 miliar untuk tahun buku 2025 yang menegaskan komitmen perseroan kepada para investor.
Ilustrasi laporan keuangan.
- HaloMoney
“Selama tahun 2025, Perseroan juga menetapkan dividen interim sebesar US$10 juta yang menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” imbuh Jonathan.
Perkuat Permodalan dan Akses Pendanaan
Sepanjang 2025, CDIA aktif memperkuat basis permodalan melalui berbagai sumber pendanaan. Perseroan memanfaatkan kombinasi pendanaan dari pasar modal, perbankan, hingga dukungan investor strategis.
Langkah ini mencakup tambahan modal dari pemegang saham, dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2025, hingga fasilitas perbankan dari sejumlah bank domestik dan internasional, termasuk tambahan fasilitas sebesar US$100 juta dari Bangkok Bank.
Strategi tersebut berdampak signifikan terhadap fleksibilitas finansial perusahaan. Hingga akhir 2025, CDIA mengantongi liquidity pool sebesar US$803,3 juta yang siap mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Ekspansi Infrastruktur dan Logistik Jadi Kunci
Ilustrasi Ekspor
- Freepik
Dari sisi operasional, perseroan konglomerasi ini mengakselerasi ekspansi di sektor infrastruktur, khususnya logistik dan energi. Perseroan memperluas bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), sekaligus mengembangkan kapabilitas cold chain dan menambah 50 unit truk untuk memperluas jangkauan layanan.
