Rupiah Melemah ke 17.156 Dibayangi Lonjakan Utang Luar Negeri & Kondisi Fiskal RI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.142 pada Kamis, 16 April 2026. Posisi rupiah itu melemah 1 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.141 pada perdagangan Rabu, 15 April 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 17 April 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.156 per dolar AS. Posisi itu melemah 18 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.138 per dolar AS.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar US$437,9 miliar, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$434,9 miliar.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

"Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5 persen year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen (yoy)," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 17 April 2026.

Peningkatan posisi ULN utamanya didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral, seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan.

Dari ULN publik, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar US$215,9 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy). Posisi itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen (yoy). Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang

Selain itu, kesehatan fiskal Indonesia berada dalam titik kritis. Per Maret 2026, defisit anggaran telah mencapai 0,93 persen dari PDB (Rp 240 triliun), melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,4 persen (Rp 100 triliun).

Dengan asumsi harga minyak di level US$100 per barel yang jauh di atas asumsi US$70, pemerintah diprediksi akan merevisi APBN pada Agustus 2026 mendatang. Risiko kenaikan harga BBM bersubsidi membayangi untuk menahan laju defisit agar tidak menjebol batas 3 persen, sebuah langkah yang berisiko memicu stagflasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut