FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia, UEFA Murka: Sepak Bola Bukan Milik Siapa Pun untuk Dijual
- IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
FSA menegaskan akan menentang setiap langkah yang dinilai mengorbankan masa depan sepak bola demi keuntungan komersial jangka pendek.
Di tengah derasnya kritik, Gianni Infantino akhirnya memberikan penjelasan. Dalam video resmi yang dirilis FIFA dan dikutip beIN Sports, ia membantah anggapan bahwa FIFA akan menjual Piala Dunia.
Infantino menegaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise masih sebatas proposal dan bukan keputusan final.
"FIFA Forward Enterprise (FFE) sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban."
Menurut Infantino, pembentukan perusahaan baru itu bertujuan memaksimalkan potensi komersial kompetisi FIFA yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menjelaskan seluruh proses tetap harus mendapat persetujuan melalui pemungutan suara dari 211 asosiasi anggota FIFA serta Dewan FIFA.
"Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan keahlian dan wawasan tambahan yang berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini."
Infantino memastikan perusahaan tersebut nantinya hanya menangani aspek bisnis seperti hak siar, lisensi, sponsor, dan kerja sama komersial. Sementara seluruh keuntungan disebut akan dikembalikan untuk mendukung perkembangan sepak bola di seluruh dunia.
"Para penggemar di seluruh dunia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi perubahan ini karena akan mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing," ujar Infantino.
Meski demikian, hingga kini perdebatan masih terus berlangsung. Di satu sisi FIFA meyakini investasi swasta dapat memperbesar pendanaan bagi 211 asosiasi anggotanya. Namun di sisi lain, UEFA, organisasi suporter, hingga sejumlah tokoh politik menilai langkah tersebut berisiko mengubah Piala Dunia dari simbol olahraga menjadi sekadar aset bisnis yang diperjualbelikan.
