Kurangi Makan Nasi, Bermanfaat Bagi Tubuh Juga Selamatkan Lingkungan

Ilustrasi nasi
Sumber :
  • Pixabay

Diabetes

Photo :
  • Times of India
img_title Terungkap! Trik Makan Nasi Putih agar Gula Darah Tidak Naik Drastis

“Indeks glikemik tinggi pada nasi menyebabkan kenaikan gula dalam darah lebih cepat sehingga memicu pengeluaran insulin, terlalu seringnya kadar insulin tubuh yang tinggi  menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin yang berakibat naiknya kadar gula dalam darah dikarenakan gula tidak diserap tubuh. Kebutuhan insulin yang semakin tinggi juga bisa membuat pankreas kelelahan sehingga lebih sedikit memproduksi insulin dan berakibat bertambah tingginya kadar gula dalam darah,” tutur dr. Alvi.

Ia menambahkan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi membuat aktivitas fisik masyarakat menurun sehingga bisa meningkatkan risiko obesitas dan akhirnya meningkatkan risiko diabetes.

img_title Cara BRINS Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan

“Ada data yang menunjukkan bahwa makanan-makanan yang indeks glikemiknya tinggi cenderung lebih mudah cepat lelah karena gula dalam darah cepat naik tinggi. kemudian cepat turun lagi. Sebaliknya, kalau kita mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik lebih rendah atau sedang, justru tubuh tidak mudah lelah karena gula diedarkan ke pembuluh darah secara perlahan dan dipakai dengan lebih efisien,” tutur dr. Alvi.

Ia berpandangan Indonesia memiliki ragam karbohidrat yang lebih minim risiko terhadap diabetes selain nasi putih, yang umumnya dikonsumsi kebanyakan orang Indonesia. Konsumsi nasi putih sebenarnya bagus saja selama dibatasi dan diselingi dengan jenis karbohidrat lain. 

img_title Strategi J Trust Bank Ubah Produk Perbankan Jadi Gerakan Nyata untuk Lingkungan

Seperti misalnya nasi merah dengan serat lebih baik, memiliki indeks glikemik lebih rendah dari nasi putih. Selain jenis beras, beberapa sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah dan mengandung banyak serat antara lain sagu, kentang utuh, kacang-kacangan, dan sayur mayur.

Mengurangi emisi gas rumah kaca

Hal yang menarik, ternyata anjuran mengurangi konsumsi nasi untuk kesehatan ini, sejalan dengan anjuran untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan. Mulia Nurhasan, Food and Nutrition Scientist dari CIFOR (Center for International Forestry Research)  menyampaikan bahwa rekomendasi dari studi terbaru dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2021) yang mempelajari pola konsumsi yang berkelanjutan di Indonesia adalah anjuran mengurangi konsumsi nasi bagi masyarakat kita2. 

"Kita sering gak kepikiran, bahwa pola konsumsi makanan kita memiliki dampak pada lingkungan,
seperti misalnya konsumsi nasi yang sehari tiga kali, sekali makan sampai sepiring penuh nasi. Jika semua orang Indonesia punya pola makan seperti ini, negara memerlukan produksi beras yang semakin banyak,” kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut