SOROT 500

Mereka Jadi Martir Reformasi

Peringatan Tragedi 12 Mei 1998
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

"Terus kemudian kelelahan, putus asa, sampai menunggu kematian keluarga korban satu per satu. Dan memang iya, kami masih tetap menunggu janji-janji para presiden."

img_title Jejak Reformasi 1998

"Apalagi Pak Jokowi itu ada catatan hitam di atas putihnya, bahwa dia akan menghapus segala impunitas untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk Semanggi I, Semanggi II, Trisakti. Dan ini yang kami tagih kepada Jokowi." katanya menegaskan.

Laporan tim adhoc Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat Penghilangan Orang Secara Paksa (PPOSP) periode 1997-1998, sudah menyebut pihak yang paling bertanggung jawab atas penculikan aktivis adalah Tim Mawar.

img_title 32 Klub Berebut Tiket ke Thailand, Turnamen U-16 di Jakarta Jadi Ajang Lahirnya Calon Bintang Timnas Indonesia

Tim ini merupakan tim yang dibentuk di bawah Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berdasar perintah langsung dan tertulis dari Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto. Perintah diberikan pada Komandan Grup 42 Kopassus Kolonel Chairawan, yang dilanjutkan pada Komandan Batalyon 42 Mayor Bambang Kristiono. Kebijakan dan praktik penghilangan paksa dilanjutkan pada kepemimpinan Mayjen TNI Muchdi Purwoprandjono di mana penculikan tetap berlangsung.

Jika melihat berdasarkan waktu dibentuknya Tim Mawar, Juli 1997, dimungkinkan adanya tim lain atau personel yang telah dibentuk atau ditunjuk secara institusional oleh Kopassus.

img_title BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG Urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

"Makanya saya tak akan pilih Prabowo di Pilpres mendatang. Karena (saat itu) Prabowo jadi Danjen Kopassus, tidak mungkin saya pilih dia. Karena dia memang mengakui melakukan penculikan," kata Paian Siahaan, orangtua Ucok Munandar Siahaan. Ucok merupakan Mahasiswa STIE Perbanas yang diculik aparat dan hilang hingga kini.

Kejengkelannya terhadap Prabowo sama besarnya terhadap Presiden Jokowi. Dari tahun ke tahun, apa yang dia sampaikan tetap saja tak pernah mendapat hasil. Harapan besar pada Jokowi juga pupus jika lihat tabiatnya kini.

Padahal saat Pilpres dulu, Jokowi berjanji akan menyelesaikan kasus ini. Paian malah sempat beberapa kali melakukan pertemuan dengan Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan. Namun semua tak ada hasil.

"Artinya memang sampai hari belum ada upaya seperti apa yang mau dilakukan pemerintah. Sesuai dengan komitmen pada saat Pilpres dulu dengan janjinya. Kalau mau itu dibuka rekaman, ada kok, Pak Jokowi janji," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut