- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kendala Politik
KontraS punya pandangan mengapa dalang alias otak Kerusuhan Mei 1998 belum juga diadili. Kekuatan Orde Baru masih bercokol hingga kini, dan tidak mau kasus itu diungkap. Di satu sisi, tiap presiden berkuasa selalu punya hitung-hitungan politik.
Hal ini tentu penting. Mengingat kasus ini punya hubungan dengan para petinggi partai politik dan berkaitan dengan rezim di masa lalu. Apabila terbongkar tentu akan sangat sensitif.
![]()
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
KontraS melihat, 20 tahun reformasi seperti ada nuansa masyarakat dibawa kembali ke jalan mundur. Indikatornya, pelanggaran HAM berat masa lalu. Alih-alih diselesaikan tapi pemerintah justru mengakomodir para terduga pelanggar HAM di masa lalu.
"Kendalanya tetaplah kendala politik ya. Kalau secara hukum sudah jelas bahwa sebenarnya penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM sudah selesai, tapi Kejagung tidak mau melanjutkan penyidikan dengan berbagai alasan," kata Yati.
Semakin lengkap jika pucuk pimpinan negeri seakan menutup telinga rapat-rapat. Padahal untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tentu membutuhkan komitmen politik dari negara.
Parlemen dalam UU Nomor 26 tahun 2000 sendiri sudah memberi mandat atau rekomendasi kepada presiden. "Dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa parlemen sudah mengeluarkan rekomendasi kepada presiden agar menjalankan mandatnya itu, tapi presidennya tidak mau menjalankan mandatnya itu."
Kata Yati, amanat reformasi sangatlah jelas, mengadili Soeharto, kemudian penegakan hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Kalau pemerintah bersungguh-sungguh, tambahnya, sebenarnya tinggal memastikan Kejaksaaan Agung untuk melakukan penyidikan.
Tapi kenyataannya seperti disengaja digantungkan oleh Kejagung dengan sejumlah alasan. "Jadi selama reformasi ini negara telah menggantung kepastian hukum para korban kasus pelanggaran HAM berat masa lalu kan." (umi)
