SOROT 500

Mereka Jadi Martir Reformasi

Peringatan Tragedi 12 Mei 1998
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Kendala Politik

img_title KSP: Jokowi Sudah Mati-matian Laksanakan Agenda Reformasi

KontraS punya pandangan mengapa dalang alias otak Kerusuhan Mei 1998 belum juga diadili. Kekuatan Orde Baru masih bercokol hingga kini, dan tidak mau kasus itu diungkap. Di satu sisi, tiap presiden berkuasa selalu punya hitung-hitungan politik.

Hal ini tentu penting. Mengingat kasus ini punya hubungan dengan para petinggi partai politik dan berkaitan dengan rezim di masa lalu. Apabila terbongkar tentu akan sangat sensitif.

img_title Saya Pesimis Jokowi Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Sorot 20 tahun Reformasi - Aksi Kamisan

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

img_title 20 Tahun Reformasi dan Agenda-agenda yang Terlupakan

KontraS melihat, 20 tahun reformasi seperti ada nuansa masyarakat dibawa kembali ke jalan mundur. Indikatornya, pelanggaran HAM berat masa lalu. Alih-alih diselesaikan tapi pemerintah justru mengakomodir para terduga pelanggar HAM di masa lalu.

"Kendalanya tetaplah kendala politik ya. Kalau secara hukum sudah jelas bahwa sebenarnya penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM sudah selesai, tapi Kejagung tidak mau melanjutkan penyidikan dengan berbagai alasan," kata Yati.

Semakin lengkap jika pucuk pimpinan negeri seakan menutup telinga rapat-rapat. Padahal untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tentu membutuhkan komitmen politik dari negara.

Parlemen dalam UU Nomor 26 tahun 2000 sendiri sudah memberi mandat atau rekomendasi kepada presiden. "Dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa parlemen sudah mengeluarkan rekomendasi kepada presiden agar menjalankan mandatnya itu, tapi presidennya tidak mau menjalankan mandatnya itu."

Kata Yati, amanat reformasi sangatlah jelas, mengadili Soeharto, kemudian penegakan hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Kalau pemerintah bersungguh-sungguh, tambahnya, sebenarnya tinggal memastikan Kejaksaaan Agung untuk melakukan penyidikan.

Tapi kenyataannya seperti disengaja digantungkan oleh Kejagung dengan sejumlah alasan. "Jadi selama reformasi ini negara telah menggantung kepastian hukum para korban kasus pelanggaran HAM berat masa lalu kan." (umi)

Sorot 20 tahun Reformasi - Peringatan Reformasi 1998 - Monumen 12 Mei.

5 Hal Sederhana yang Bisa Kita Perbuat setelah 20 Tahun Reformasi

Krisis ekonomi, politik, hingga krisis kepercayaan jadi pendorongnya.

img_title
VoxPop.co.id
23 Mei 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut