- VoxPop
Bukan karena prestasi tapi kebobrokannya. Skandal bocornya data 50 juta pengguna di Amerika Serikat, seperti yang diungkapkan Wylie itu telah mencemari reputasi mereka. Ancaman ditinggalkan penggemar mulai menggema lewat tagar #DeleteFacebook yang mendadak ramai di Twitter.
![]()
Kampanye menghapus Facebook terlontar usai skandal bocornya data oleh firma politik asal Inggris, Cambridge Analytica menyeruak ke publik. Berkat pengungkapannya yang menggegerkan dunia, Wylie dianggap sebagai whistleblower (pembokar rahasia internal perusahaan). Akibat tindakannya ini, Facebook memblokir akun milik Wylie.
Namun, Wylie tak sendirian. Menurut The Guardian, ilmuwan data dan guru besar psikolog, Aleksandr Kogan, menjadi tersangka utama dalam kasus penyalahgunaan data terbesar yang terjadi saat ini.
Namun, ia membantah tuduhan tersebut dan menganggap hanya jadi kambing hitam. Pria berusia 32 tahun itu mengatakan, tidak hanya ia yang menggunakan data profil para pengguna Facebook tapi ribuan developer dan ilmuwan data lainnya.
Pada 10 April 2018, merupakan hari besar untuk Zuckerberg. Itu karena ia harus berhadapan dengan media dan anggota kongres AS untuk menjelaskan kasus skandal kebocoran data pribadi pengguna Facebook.
Nasib sial belum beranjak dari sisi Zuckerberg. Menjelang tutup tahun 2018, untuk kali pertama, AS melayangkan gugatan terhadap Facebook terkait peran perusahaan tersebut dalam skandal Cambridge Analytica.
Jaksa Agung Washington DC, Karl Racine, mengajukan gugatan tersebut dengan tuduhan Facebook telah menjual data-data pribadi milik puluhan juta penggunanya. Facebook langsung merespons gugatan tersebut.
"Kami tengah meninjau gugatan dan menanti untuk meneruskan diskusi dengan jaksa agung di (Washington) DC dan tempat (negara bagian) lain," ungkap juru bicara Facebook, seperti dikutip dari BBC.
Selain gugatan ini, Facebook tengah diusut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa, Komisi Perdagangan Federal, dan Departemen Kehakiman AS. Di Inggris, Facebook telah didenda sebesar 500 ribu poundsterling atau Rp9,1 miliar, jumlah denda maksimal yang dapat diterapkan regulator Inggris, terkait skandal Cambridge Analytica.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Zuckerberg harus kehilangan banyak uang untuk membayar denda akibat skandal kebocoran data pribadi tersebut. Ditambah lagi, 2 juta pengguna di Eropa memutuskan keluar dari Facebook.
