- VoxPop
Kecolongan Bug
Momok bocornya data pribadi pengguna juga dirasakan oleh situs tanya jawab Quora dan Google Plus. Kepala Eksekutif Quora, Adam D'Angelo, mengaku bahwa data 100 juta pengguna diakses oleh peretas atau hacker.
Dikutip dari CNN, data-data yang diakses di antaranya alamat email, nama pengguna, kata sandi hingga data jejaring sosial yang tertaut ke akun Quora seperti Facebook dan Twitter. Peretas, menurut D'Angelo, juga memperoleh aktivitas-aktivitas detail pengguna seperti pertanyaan, jawaban, upvote, serta downvotes.
Akan tetapi pertanyaan dan jawaban yang ditulis secara anonim tidak terdampak oleh aksi peretas. "Sebagian besar konten yang diakses sudah umum di Quora, tetapi kompromi akun dan informasi pribadi lainnya adalah serius," kata D'Angelo, awal Desember kemarin.
Situs tanya jawab ini gencar menginformasikan serangan peretas ini kepada para penggunanya. Quora melakukan log out ke akun-akun tersebut. Quora ada situs di mana Anda bisa bertanya pertanyaan-pertanyaan yang spesifik. Pertanyaan tersebut kemudian akan dijawab oleh pengguna yang memiliki pengetahuan untuk menjawab pertanyaan Anda.
Selanjutnya, Google. Berselang sepekan dari Quora, raksasa teknologi AS ini kembali dibuat pusing soal keamanan siber. Untuk kesekian kalinya, jejaring sosial milik mereka, Google Plus, kecolongan akibat celah keamanan atau bug.
![]()
Logo Google+
Menurut The Verge, celah ini mengekspos data pengguna dan itu bisa diambil oleh pengembang aplikasi yang menggunakan API (application program interface) Google Plus.
API itu memungkinkan aplikasi meminta izin untuk melihat informasi profil pengguna, seperti nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, ulang tahun, status hubungan, dan usia.
Padahal, kasus serupa baru dialami Google pada Oktober kemarin, di mana sebanyak 500 ribu data pribadi pengguna terpublikasi. Kali ini, jumlah data pribadi pengguna yang terekspos melonjak menjadi 52,5 juta.
Akibat bug ini, maka semua informasi privat jadi terekspos meski pengguna telah mengaturnya tidak untuk publik. Parahnya lagi, aplikasi dengan akses tersebut juga bisa melihat data profil pengguna Google Plus yang dibagi ke pengguna lain, juga secara privat.
