Amerika Gegerkan Dunia, Curi Kapal Selam Nuklir Isinya Mayat Tentara
VoxPop – Siapa sangka Amerika Serikat ternyata pernah melakukan sebuah operasi khusus untuk melakukan pencurian. Tak tanggung-tanggung yang dicuri bukan barang biasa.
Aksi pencurian yang dilakukan Amerika Serikat itu memang tak ada tandingannya di dunia, sebab yang mereka curi adalah sebuah kapal selam berisi jenazah tentara.
Yang lebih dahsyat lagi, kapal selam yang dicuri milik armada Angkatan Laut terkuat dunia, yakni Soviet. Dan Amerika nekat mencuri kapal selam itu dari dasar tengah-tengah Samudera Pasifik.
Pencurian kapal selam ini diberi nama Operasi Azorian. Meski yang dicuri adalah aset milik militer. Tapi dalam operasi itu Amerika malah mengerahkan agen-agen intelijen dari Badan Intelijen Pusat alias CIA.
Berdasarkan siaran resmi yang dihimpun VoxPop Militer dari CIA, Selasa 5 Juli 2020, Operasi Azorian itu digelar Amerika Serikat pada tahun 1968.
Semua berawal dari peristiwa mengerikan yang dialami kapal selam kelas Soviet Golf II atau K-129 saat melakukan pelayaran patroli di masa damai usai perang dunia di Samudera Pasifik..
Namun saat berlayar dari Pangkalan Angkatan Laut Petropavlovsk di Semenanjung Kamchatka, Rusia menuju Samudera Pasifik timur laut Hawaii, K-129 beserta awaknya mendadak lenyap misterius di dasar samudera nan buas itu.
Soviet dibuat panik, operasi pencarian pun dilakukan sebab K-129 bukan kapal selam biasa, kapal selam bertenaga nuklir itu membawa tiga rudal balistik dan bersenjata SS-N-4. Sayangnya kapal selam itu tak bisa ditemukan. Akhirnya operasi Search And Rescue dihentikan dengan kehampaan.
Tanpa diketahui Soviet, ternyata tak lama setelah operasi pencarian dihentikan, Amerika menemukan kapal selam itu. Lokasinya sekitar 1.800 mill barat laut Hawaii. Kapal ditemukan di dasar samudera pada kedamana 16.500 kaki dari permukaan laut.
Awalnya Amerika enggak berpikir macam-macam, sebab K-129 ditemukan sudah menjadi bangkai, apalagi di dasar samudera berarus kuat. Hanya saja kemudian otak Amerika berubah arah. Negara Adi Kuasa itu pun memutuskan untuk mencuri bangkai kapal selam itu.
Bagi Amerika bangkai kapal selam itu memiliki nilai yang tak terhingga terutama tentang intelijen kemampuan strategis dari musuh beratnya itu. Akhirnya melalui sebuah pembicaraan rahasia Amerika memilih CIA sebagai operator misi itu didukung Departemen Pertahanan.
