Bola Panas Daftar Mubalig Kementerian Agama

Presiden Jokowi dan Ulama Jawa Tengah di Istana Negara, Rabu, 13 September 2017.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Agus Rahmat.

VoxPop – Kementerian Agama Republik Indonesia merilis 200 daftar nama mubalig atau ustaz/ustazah yang bisa dijadikan rujukan masyarakat untuk mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan pada Jumat, 18 Mei 2018.

img_title Tak Bisa Bahasa Arab, Bolehkah Berdoa Saat Sujud Pakai Bahasa Indonesia? Begini Penjelasan Ulama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.

Menurutnya, 200 nama mubalig yang dirilis Kemenag ini merupakan tahap awal. Tidak sembarang mubalig untuk bisa direkomendasikan kepada masyarakat.

img_title Ini Pesan Menyentuh Buya Yahya saat Bertemu Ustaz Abdul Somad

"Ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi," kata Lukman.

Ia menambahkan, daftar nama ini merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

img_title Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Jumlah daftar ini akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak. Namun, daftar ini memicu pro dan kontra. Sebab, daftar ini bisa memicu kontroversi di masyarakat.

Ustaz Abdul Somad

Selain itu, ada kesan mubalig yang masuk adalah yang pro pemerintah. Sementara yang tidak masuk merupakan da'i yang tidak sejalan dengan pemerintah.

Ustaz Abdul Somad

Tak pelak, Kemenag menciptakan bola panas di tengah isu terorisme yang merebak. Dari 200 mubalig, nama Ustaz Abdul Somad (UAS), tidak termasuk dalam daftar penceramah yang direkomendasikan oleh Kemenag.

Dikonfirmasi terkait tidak masuknya nama UAS, Lukman mengaku publik tidak seharusnya menyalahkan kementerian yang ia pimpin.

"Saya tidak tahu. Itu kan masukan dari sejumlah (ormas Islam)," kata Lukman, usai buka puasa bersama di Istana Negara. Lukman menjelaskan, bagaimana prosesnya sehingga terjaring 200 mubalig tersebut.

Menurutnya, nama-nama tersebut merupakan hasil masukan dari sejumlah ormas Islam. Termasuk masjid-masjid besar dan tokoh ulama. Nama-nama mubalig itu diperlukan, karena banyak yang meminta. Baik dari instansi pemerintah hingga BUMN.

Karena, memasuki Bulan Suci Ramadan ini, mereka membutuhkan penceramah untuk mengisi pengajian. "Yang jelas, yang 200 itu betul-betul atas rekomendasi dari sejumlah kalangan," jelas mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

Dari masukan ormas-ormas, masjid besar di mana para mubalig itu sempat menyampaikan ceramahnya, hingga masukan ulama, yang dijadikan rujukan oleh Kementerian Agama untuk mengeluarkan 200 nama mubalig sebagai rekomendasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut