Veronica Koman: Dicari Polisi, Dibela Pakar HAM PBB

Veronica Koman (kiri)
Sumber :

Melalui rilis tersebut, Veronica Koman menyatakan memilih tak menanggapi berbagai tuduhan yang disiarkan hampir setiap hari oleh polisi Indonesia melalui media massa. Menurutnya, ia tak mau berpartisipasi dalam upaya mengalihkan perhatian dari krisis nyata yang saat ini mencekam Papua Barat

img_title Pegiat HAM Papua Sebut Veronica Koman sedang Diteror

"Kasus pidana yang direkayasa terhadap saya hanyalah satu dari banyak yang sedang dilakukan dalam program fabrikasi kriminalisasi dan intimidasi yang sedang berlangsung saat ini. Hampir semua target intimidasi ada di Papua Barat, jauh dari perhatian media. Tampaknya tujuannya adalah bahwa aspirasi yang jelas untuk referendum kemerdekaan disuarakan oleh ratusan ribu orang Papua Barat yang turun ke jalan selama beberapa minggu terakhir akan tersapu dari pandangan," demikian disampaikan aktifis kemanusiaan itu. 

Menurutnya pemerintah Indonesia tampaknya tidak dapat menyelesaikan konflik yang berkepanjangan, dan sedang mencari kambing hitam untuk menjelaskan pemberontakan di Papua Barat. Taktik penolakan semacam itu hanya akan memperdalam luka-luka di Papua Barat dan memperburuk konflik di sana.

img_title Ledakan di Rumah Ortu Veronica Koman, Polisi: Bukan Bom, Hanya Mercon

"Saya menolak upaya pembunuhan karakter terhadap saya dalam peran saya sebagai pengacara resmi untuk Aliansi Pelajar Papua (AMP). Polisi Indonesia telah melampaui otoritas mereka dan melampaui dengan berlebihan dalam upaya untuk mengkriminalkan saya," ujarnya. 

Menurut Veronica, polisi berusaha melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya. Upaya pembunuhan karakter itu dilakukan polisi dengan mengklaim telah membekukakn rekening bank milikny, membuat narasi palsu tentang aliran uang di 'daerah konflik,'  melakukan intimidasi pada keluarganya di Jakarta, mencabut paspor, hingga menyatakan bahwa ia buruan interpol. Veronica juga menyatakan Kedutaan Besar RI di Australia merekam saat ini menjadi pembicara tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat. Kedutaan juga melaporkan hal itu ke lembaga pemberi beasiswa dengan tuduhan mendukung separatisme. 

img_title Ledakan Diduga Bom di Kediaman Orang Tua Veronica Koman

Melalui rilis yang ia sebut ditulis di Australia, Veronica menutupnya dengan menyatakan, "Papua Barat selama beberapa dekade telah menjadi salah satu wilayah paling dibatasi di seluruh dunia. Kriminalisasi saya tidak lebih dari kelanjutan dari strategi lama untuk mencegah informasi bocor ke seluruh dunia."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut