Mengapa Takut dengan Serbuan Pekerja Asing

Buruh kasar di Indonesia sedang mengangkut semen di sebuah pelabuhan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Tado

TKI Ilegal Tiba di Jakarta

img_title KPK Buka Peluang Periksa Cak Imin dan Hanif Dhakiri Terkait Kasus Pemerasan Izin Kerja TKA

FOTO: Tenaga Kerja Indonesia ilegal saat dipulangkan ke Indonesia/VoxPop.co.id

Cina Paling Masif
Di Indonesia, kekhawatiran soal pekerja Cina di Indonesia, sejatinya memang bukan tanpa alasan. Sebab selama beberapa waktu ini mereka memang muncul secara masif dan cenderung melakukan pelanggaran.

img_title Fenomena Sanseito: Mengapa Anak Muda Jepang Tertarik pada Partai Populis Anti-Imigran?

Di Minahasa Utara misalnya, tepatnya di sebuah tambang di . Warga mengaku resah dengan kemunculan puluhan tenaga kerja asal Tiongkok tak berizin di daerah itu. "Kalau ada petugas imigrasi, para WNA itu bersembunyi atau pindah ke kampung lain," kata Kepala Desa Kahuku Pulau Bangka Imanuel Tinungki.

Apa yang terjadi di Pulau Bangka tersebut bisa jadi merupakan salah satu contoh kecilnya. Sebab banyak isu soal maraknya pekerja Cina di daerah justru kerap tenggelam atau terkadang justru tak pernah diketahui oleh pemerintah daerah.

img_title Kasus Pemerasan TKA, KPK Panggil Eks Sekjen Kemnaker

Maklum, banyak pekerja Cina di daerah, umumnya memang bekerja sebagai buruh khususnya di bidang pertambangan yang banyak berkutat jauh dari hiruk pikuk.

Hingga kemudian, muncul sebuah kabar ada petani cabai di Bogor Jawa Barat. Meski jumlahnya memang belum seberapa. Namun ini mengejutkan. Anggapan bahwa buruh Cina banyak bersembunyi di pertambangan, ternyata tak sepenuhnya benar.

Di Bogor, faktanya mereka bisa bermukim dan bertani tanpa izin di lahan seluas empat hektare untuk bertanam cabai. Mereka pun melakoninya layaknya para petani lokal.

"Awalnya, mereka mengaku sebagai turis yang sedang berwisata. Namun setelah penyelidikan, keempat warga asing itu menjadi pekerja di perkebunan," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Bogor, Toto Satoto, Jumat, 11 November 2016.

Dan ironisnya, ada seorang diantara empat warga Tiongkok itu mengaku sudah 10 tahun di Indonesia. Ditambah lagi seluruhnya tidak memiliki dokumen yang sah. "Kami kecolongan," singkat Bupati Bogor Nurhayanti.

Ilustrasi/Seorang petani memetik cabai.

FOTO: Ilustrasi/Petani cabai merah di Indonesia/VoxPop.co.id doc

Lalu, apakah kondisi ini juga merayap di kota besar? Sejauh ini, kebanyakan kasus yang ditemukan terkait dengan masuknya warga negara asing, khususnya warga Tiongkok seperti terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bali, Medan hingga Surabaya dan Jawa Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut