Mengapa Takut dengan Serbuan Pekerja Asing

Buruh kasar di Indonesia sedang mengangkut semen di sebuah pelabuhan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Tado

proyek pembangunan lrt

img_title KPK Buka Peluang Periksa Cak Imin dan Hanif Dhakiri Terkait Kasus Pemerasan Izin Kerja TKA

FOTO: Ilustrasi aktivitas pekerja asal Indonesia/VoxPop.co.id doc

Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja RI juga mengakui memang ada masalah dalam tenaga kerja di Indonesia. Peluang orang Indonesia masuk ke pasar kerja umumnya memang terkendala dengan kesiapan dan kelayakan mereka yang diukur dengan sertifikasi profesi.

img_title Fenomena Sanseito: Mengapa Anak Muda Jepang Tertarik pada Partai Populis Anti-Imigran?

Meski Hanif tak menampik bahwa pekerja Indonesia memang memiliki kemampuan. Namun fakta memang menunjukkan bahwa pekerja di Indonesia akan berat bersaing menghadapi penetrasi pekerja asing yang akan menyerbu masuk di Indonesia.

Karena itu, pihaknya memprioritaskan urusan sertifikasi untuk tenaga krja akan digenjot untuk menyambut era pasar bebas ASEAN. "Orang kita ini sangat baik dari segi kemampuan, tetapi apakah kemampuan itu diakui atau tidak, itu yang akan kita selesaikan," kata Hanif.

img_title Kasus Pemerasan TKA, KPK Panggil Eks Sekjen Kemnaker

Atas itu, secara prinsip ketakutan publik sesungguhnya harus dibenahi. Ini bukan soal banyaknya orang Tiongkok yang kebetulan terangkat ke permukaan sehingga seolah-olah menyerbu ke Indonesia.

Namun ini soal ancaman pekerja asing yang akan merambah seluruh lini ruang kerja untuk pekerja di Indonesia. Tiongkok atau tidak, bukan itu masalahnya. Sentimentil kepada etnis Tionghoa tidak akan menyelesaikan masalah.

"Jangan selalu curiga jika ada tenaga kerja asing, tenaga kerja asing itu datang mendorong investasi," seperti diucapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab isu soal tenaga kerja asing di Indonesia Januari silam.

Harus diakui, cara pandang JK itu, memang dikaitkan dengan program pemerintahnya saat ini yang memang hendak menampung seluruh investasi ke Indonesia.

Karena itu, JK berpendapat bahwa tenaga kerja asing di Indonesia patut disyukuri. Bahwa di balik kehadiran mereka yang dianggap mengancam pekerja Indonesia. Mereka justru membuka peluang dalam negeri untuk meraup investasi.

"Setelah ada investasi asing baru, datang tenaga kerja asing. Target kita satu tenaga kerja asing itu bisa menyumbang 100 lapangan kerja nasional," ujar JK.

Jangan Dibedakan
Apa pun itu, dengan berjalannya era globalisasi. Masuknya pekerja asing entah itu Tiongkok atau bukan, sesungguhnya tidak perlu dikejutkan lagi.

Tinggal lagi regulasi yang baik dan pengawasan yang kuat untuk para pekerja asing tersebut. Sebab, dari beberapa kejadian terungkap memang muncul ada diskriminasi terhadap para pekerja asing dan lokal di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut