Elegi Sayid Imam Ali Khamenei dan Seribu Mawar Halveti

Manager Riset Institute For Diplomacy, Economic, Peace and Thought-INDEPTH, Cendhy Vicky V
Sumber :
  • Istimewa

Keempat, dalam mitologi rakyat Halveti, Mawar Hitam itu memiliki makna simbolis lainnya, tentu selain penggambaran duka paling dalam, yakni pengorbanan, kesetiaan abadi dan misteri. Persis sekali seperti kisan Imam Ali Khamenei. Dirinya dan keluarga yang turut wafat, telah menjadi martir bagi kebangkitan publik Iran. Dan tidak hanya itu kebangkitan dari kewarasan global. 

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Hal ini senada dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, usai  Amerika Serikat (AS) menghancurkan beberapa infrastuktur Iran. Ia menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur fisik seperti jembatan dapat diperbaiki, namun momen untuk mendisiplinkan AS dipandang sebagai kesempatan yang langka. 

Secara tidak langsung kematian Imam Ali Khamenei telah mengembalikan kompas moral global dan pemimpin dunia dari negara yang despotis dan kebijakan yang sewenang-sewang. Dalam hal ini kepemimpinan AS oleh Presiden Donald Trump dan Israel oleh Benjamin Netanyahu. Setali tiga uang, dalam hal kesetiaan perjuangan para martir tersebut adalah bentuk dukungan hingga titik darah penghabisan terhadap nilai kemanusiaan. Dalam hal ini yang paling menyita perhatian warga dunia adalah dukungan untuk kemerdekaan Palestina yang telah di genosida oleh AS-Israel. Dukungan moral dan moril tersebut tak ternilai harganya. 

img_title AS Kembali Serang Iran

Terakhir pada nilai yang menjadi misteri adalah bagaimana Iran pasca Imam Ali Khamenei gugur? Suksesinya telah ditetapkan. Imam tertinggi telah dipilih. Imam Mojtaba Ali Khamenei mengambil alih tongkat komando. Banyak ahli politik internasional mengatakan bahwa kepemimpinan Imam Mojtaba akan makin tegas dan keras. Alasan yang sangat masuk akal mengingat keluarganya, termasuk istri dan anak harus gugur dalam serangan yang diinisiasi oleh negara yang disebut rakyat Iran sebagai “setan besar”; yakni AS. Tetapi bagaimana sikap dan kebijakan politik internasional kedepannya dari Iran adalah misteri yang masih panjang. Sebagaimana ia yang belum muncul ke publik pasca ditetapkan menjadi pemimpin tertinggi itu.

Penutup, menyadur penggalan dengan penambahan improvisasi dari karya puisi sastrawan Sapardi Joko Damono “Hujan di Bulan Juni” (1989). “Tak ada yang lebih tabah dari Imam Ali Khamenei. dirahasiakannya rintik rindunya kepada manusia yang menderita itu. Tak ada yang lebih bijak dari Iman Ali Khamenei. Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan Allah SWT itu. Tak ada yang lebih arif dari Imam Ali Khamenei.  Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap kertas di kitab suci itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title AS Kembali Serang Wilayah Iran dekat Perbatasan Irak
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut