- VoxPop.co.id/Amal Nur Ngazis
Yang penting ada sifat dananya, dapat 2 miliar tapi bisa ngebawa apa penyuntik dana itu ke kita. 10 persen ini bisa bawa apa ini. Cari teman atau investor bener-bener yang ngebawa kita.
Gimana caranya investor yang visinya sama, smart city global, network-nya bisa ke goverment dan merchant. Makanya enggak sembarangan.
Mendingan cari yang bisa bawa grow. Cari orang yang mendanakan dan tapi juga kasih network juga, visinya sama.
Berapa berapa pihak yang mendanai Clue?
Cuma bertiga sih. Saya, CTO (Chief Technology Officer) Qlue dan ada dua pendanaan, satunya bantu network, satunya pendanaan.
Baru satu kali fundrising, dari lokal. Yang ngasih dana dia ini nama perusahaan itu Prasetia Dwidharma, sebuah perusahaan investasi yang dipimpin oleh angel investor Budi Setiadharma.
Selain itu apakah ada investor yang sudah ngantri?
Ada beberapa yang kita seleksi (investor). Kalau bisa lokal sesuai bimbingan ATSI, kalau enggak ada ya native.
Tapi dalam skala kita sekarang, targetnya kotanya dua malah melebihi, enam kota. Jadi pendanaan yang dibutuhkan menjadi lebih gede.
Smart city itu enggak seksi. Orang lebih lihat e-commerce, ojek online. Orang bilang smart city, wah enggak deh.
Jepang, India, AS itu yang tertarik dengan smart city, karena mereka sudah ngerti smart city itu untuk apa.
