Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris

BPJS Kesehatan Bukan Kewajiban, tapi Kebutuhan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris
Sumber :
  • BPJS Kesehatan

Secara nasional nanti di tahun 2019 kita sangat berharap secara nasional bisa mencapai 95 persen penduduk kita semuanya terjamin. Tentu dalam perjalanannya banyak aspek yang harus kita benahi. Tentu kita kembali berdasarkan indikator-indikator yang tadi itu ya. Pertama, kepuasan peserta. Bagaimana semua nanti bisa benar-benar tercapai angka kepuasan masyarakat terhadap program ini minimal 95 persen. Nah, kita sekarang ini sudah on the right track. Mulai dari 75 persen, sekarang itu sudah mendekati 80 persen, dan masih ada tahun dua tahun lagi untuk mencapai target kita 95 persen di tahun 2019 nanti. Kemudian kepuasan masyarakat terkait fasilitas kesehatannya. Kepuasan masyarakat tentang fasilitas kesehatannya juga sudah on the right track. Ada angka research-nya juga, mulai dari angka 65 persen, angka terakhir di tahun 2017 kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan kita sudah di angka 75,7 persen. Jadi kalau kita bicara kepuasan fasilitas kesehatan, kita bicara angka-angka saja.

img_title Cost Sharing Jadi Sorotan, OJK Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan Lewat POJK 36/2025

Kemudian, jumlah peserta. Jumlah peserta kita per-hari ini sudah 189 juta peserta. Ini the biggest membership for the single insurance system ya. Dalam waktu belum lima tahun loh ini, masih usia balita sudah mencapai 189 juta peserta. Tapi ini semua tetap butuh dukungan dari semua pihak agar semua target kita bisa tercapai. Nah, saya ingin menyampaikan juga kepada masyarakat, bahwa program ini bukan suatu kewajiban. Tapi program ini adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk apa? Tentu untuk melindungi dirinya sendiri. Jadi ada dua, pertama itu jika tiba-tiba tubuh kita jatuh sakit, dan kita saat membutuhkan finansial. Karena penyakit itu bisa datang tiba-tiba. Kedua, kalau dia tidak menggunakan fasilitas jaminan kesehatan yang ia miliki, tapi pada saat yang sama kan sebenarnya dia sedang membantu orang lain. Jadi sebenarnya kita ini sedang membangun sistem gotong royong yang besar untuk bangsa ini.

Jadi saya ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat, ayo kita tunjukkan bersama-sama kepada negara-negara dunia yang lainnya bahwa kita bisa melakukan ini, dan dalam waktu yang lebih cepat dari yang pernah dilakukan oleh negara-negara lain yang pernah melakukan. Jerman itu mulai tahun 1883, Inggris itu memulai dari tahun 1911, Jepang itu sejak 1965, kita baru mulai 2014. Jadi kalau ada kekurangan-kekurangan saya kira itu masih sangat wajar, tapi kami berkomitmen untuk memperbaiki. (ase)

img_title Riset dan Inovasi Kunci Keberhasilan Program JKN
Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang viral di Threads

Komisi IX DPR Minta Kemenkes Investigasi RS yang Tangani Yurizal: Pasien BPJS Kerap Dinomorduakan

Menurut Yahya, dugaan keterlambatan pelayanan Yurizal harus diperiksa secara transparan agar penyebab kejadian dapat diketahui sekaligus menjadi bahan evaluasi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut