Arab Saudi Bangun Proyek Kereta Cepat Jeddah-Riyadh 1.500 Km Senilai Rp116 Triliun
- Gulf News
Riyadh, VoxPop – Arab Saudi tengah melakukan lompatan besar di sektor transportasi dengan mengembangkan proyek kereta api berkecepatan tinggi 'Land Bridge' yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Arab senilai senilai $7 miliar atau Rp116 triliun.
Land Bridge yang menjadi proyek ambisius Arab Saudi ini digambarkan oleh banyak orang sebagai "keajaiban gurun", akan menghubungkan Jeddah di Laut Merah dengan Dammam di Teluk melalui Riyadh, membentang sepanjang hampir 1.500 kilometer.
Proyek raksasa ini merupakan sebuah inisiatif transformatif yang bertujuan untuk menghubungkan kota-kota besar di Kerajaan, memangkas jarak tempuh Jeddah-Riyadh yang semula ditempuh 12 jam dengan perjalanan darat, bisa 4 jam dengan kereta api cepat.
Sebagai landasan Visi Saudi 2030, proyek ini bertujuan untuk memperluas jaringan kereta api nasional dari 5.300 kilometer menjadi lebih dari 8.000 kilometer, memposisikan Kerajaan sebagai pusat logistik dan transportasi utama bagi Teluk dan kawasan Arab yang lebih luas.
Perusahaan Kereta Api Saudi (SAR) berencana membangun jaringan stasiun barang dan penumpang yang menghubungkan Pelabuhan Raja Abdullah dengan kota-kota industri besar, khususnya Yanbu. Sebagai bagian dari upaya modernisasinya, SAR telah memesan 15 kereta baru yang mampu melaju hingga 200 kilometer per jam.
Kereta cepat di Arab Saudi
- MCH 2023
‘Mimpi Gurun’
Bersamaan dengan proyek Land Bridge, Kerajaan sedang bersiap untuk meluncurkan "Mimpi Gurun", sebuah pengalaman kereta mewah sepanjang 1.290 kilometer yang menawarkan pemandangan panorama lanskap alam Arab Saudi, dari Riyadh hingga Qurayyat, kepada para wisatawan.
Rencana ekspansi ini juga mencakup kereta bertenaga hidrogen, yang mencerminkan komitmen Arab Saudi terhadap energi bersih dan transportasi berkelanjutan. Antusiasme terhadap perjalanan kereta api sudah terlihat jelas, dengan lebih dari 2,6 juta penumpang menaiki kereta api Saudi pada kuartal kedua tahun 2025.
Kolaborasi Raksasa Saudi–Tiongkok
Proyek ini dijalankan oleh konsorsium Saudi–Tiongkok, yang melibatkan Saudi Arabia Railways dan China Civil Engineering Construction Company (CCECC), didukung oleh Al-Ayuni Contracting dari pihak lokal.
Deretan perusahaan internasional juga ikut terlibat, di antaranya Systra, Thales, WSP, Hill International (AS), Italferr (Italia), dan Sener (Spanyol).
Land Bridge sendiri bukan ide baru. Gagasannya muncul sejak 2004, sempat mandek pada 2010, lalu dihidupkan kembali pasca kunjungan Presiden Xi Jinping ke Riyadh pada 2022 yang memperkuat kerja sama ekonomi Saudi–Tiongkok.
