10 Negara Paling Tidak Bahagia di Dunia, Ada Indonesia?
- Pixabay
Jakarta, VoxPop – Kebahagiaan sering dianggap sebagai hal yang abstrak dan sulit diukur. Namun dalam skala global, kebahagiaan dapat dianalisis melalui indikator yang jelas dan terukur.
World Happiness Report setiap tahun menilai kesejahteraan negara-negara di dunia berdasarkan faktor seperti dukungan sosial, stabilitas ekonomi, harapan hidup, kebebasan individu, tingkat korupsi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Negara-negara yang berada di peringkat terbawah umumnya menghadapi tantangan berat yang bersifat struktural dan berkepanjangan. Konflik, krisis ekonomi, lemahnya institusi negara, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar menjadi benang merah yang menurunkan tingkat kepuasan hidup masyarakat.
Melansir dari Times of India, Minggu, 14 Desember 2025, berikut daftar 10 negara paling tidak bahagia di dunia.
Gempa bumi magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan
- Anadolu
1. Afghanistan
Afghanistan kembali menempati posisi sebagai negara paling tidak bahagia di dunia. Ketidakstabilan politik yang berkepanjangan, pembatasan kebebasan, terutama bagi perempuan dan anak perempuan, serta pengangguran tinggi membentuk realitas sehari-hari masyarakat. Banyak wilayah menghadapi kerawanan pangan, akses layanan kesehatan yang minim, dan menurunnya kualitas layanan publik.
2. Sierra Leone
Meski telah mencatat kemajuan sejak berakhirnya perang saudara, Sierra Leone masih dibebani kemiskinan luas, pengangguran tinggi, dan sistem kesehatan publik yang rapuh. Banyak komunitas belum memiliki akses memadai terhadap air bersih, listrik, dan layanan medis. Infrastruktur yang lemah serta korupsi sistemik turut menekan tingkat kesejahteraan dan kepercayaan publik.
3. Lebanon
Lebanon tengah mengalami salah satu krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern. Inflasi ekstrem, mata uang yang nyaris tidak bernilai, kebuntuan politik berkepanjangan, serta kelangkaan obat-obatan, listrik, dan bahan bakar telah menjatuhkan kualitas hidup masyarakat. Layanan dasar menjadi tidak dapat diandalkan, sementara kepercayaan publik terus merosot.
4. Malawi
Malawi tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia dengan mayoritas penduduk bergantung pada sektor pertanian. Kekeringan, curah hujan yang tidak menentu, dan guncangan iklim kerap mengganggu pasokan pangan. Keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja membuat kepuasan hidup masyarakat tetap rendah.
5. Zimbabwe
Zimbabwe terus menghadapi inflasi tinggi, ketidakstabilan mata uang, dan pengangguran yang meluas. Kelangkaan kebutuhan pokok, mulai dari obat-obatan hingga barang sehari-hari, masih sering terjadi. Ketegangan politik dan rendahnya kepercayaan terhadap institusi negara memperburuk pandangan masyarakat terhadap masa depan.
