Bantu Pulihkan Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Bakal Cuan Banyak

Selat Hormuz, Iran
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan pihaknya akan membantu mengatasi penumpukan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

Hal itu disampaikan Trump setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu, 8 April 2026.

"Akan ada banyak aksi positif! Banyak uang akan dihasilkan. Iran bisa memulai proses rekonstruksi," kata Trump di platform Truth Social, dikutip Kamis, 9 April 2026.

img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

Dia mengatakan bahwa AS akan memuat segala jenis pasokan komoditas.

"Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambahnya.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Sebelum menyetujui penangguhan serangan dan pengeboman terhadap Iran selama dua pekan, yang diumumkan pada Selasa (7/4), Trump memberi tenggat waktu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan.

Dia menggambarkan tercapainya gencatan senjata itu sebagai potensi "Masa Keemasan Timur Tengah" dan memberi sinyal keterlibatan AS untuk terus mengamankan jalur maritim terpenting di dunia itu.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 1.400 korban, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun membalas dengan serangan pesawat drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz. (Ant)

Sumber: Anadolu

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut