Bunuh Begal untuk Bela Diri, DI Sujud Minta Maaf ke Ibu
- VoxPopnews/Tri Saputro
Jonson mengungkapkan dari penyelidikan dilakukan pihak kepolisian. Polisi memeriksa seorang warga sebagai saksi yang mengenal salah satu dari 4 orang begal itu.
"Warga itu, sudah dimintai keterangan sama polisi. Dari situ sudah terang lah, sehingga polisi tidak berani menahan dia. Kalau tertangkap ketiga orang ini, terungkap dia korban begal. Jadi lah, pasal 49 KUHP tentang pembelaan terpaksa," jelas Jonson.
Selanjutnya, Jonson menceritakan kronologi kejadian atas peristiwa begal yang dialami DI. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam, 20 Desember 2021.
Ketika itu, DI baru pulang usai bertemu dan nongkrong sama teman-temannya di salah satu kafe di Pulau Brayan, Kota Medan.
DI yang merupakan waga Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang hendak pulang ke rumah dengan menggunakan sepada motor. Dia pun melintas Jalan Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa dini hari, 21 Desember 2021. Saat itu, sekitar pukul 01.00 WIB.
Dalam perjalanan pulang di lokasi tersebut, tiba-tiba kekasih DI menelpon. Dia kemudian mengangkat telpon tersebut. Tiba-tiba datang lah RZ bersama tiga orang lain dengan mengendari dua sepeda motor.
"Pas diangkat telponnya (dari kekasih DI) datang 4 pelaku begal itu," ujar Jonson.
Jonson mengatakan handphone DI merek iPhone dirampas RZ. Tak tinggal diam, DI melawan dan mengejar kawanna pelaku.
DI pernah belajar bela diri pencak silat di Tapak Suci itu langsung menghadang keempat begal yang coba melarikan diri dengan rampasan handphone.
"Wajar lah, 4 banding 1, ada perlawanan. Dia pandai bela diri, karena belajar Tapak Suci dan dia punya piagam penghargaan," jelas Jonson.
Selanjutnya, DI sempat berkelahi dengan dua pelaku begal yang membawa bambu keras. Akibatnya, helm DI pecah dipukuli para pelaku begal itu.
"Bayangkan helm aja pecah dipukuli pelaku pakai bambu itu. Kalau tidak pakai helm, kepala dia yang pecah itu. Kepala DI juga bengkak dan memar," kata Jonson.
Jonson mengungkapkan DI baru tersadar ada mengantongi pisau. Setelah pisau itu, terjatuh dari kantong jeket digunakan DI. Diambil korban, langsung menusuk di bagian pinggang dan dada. Kemudian, DI merebut kembali handphone dari kantong celana RZ.
