VoxPop RePlay 2022: Tragedi Kanjuruhan, Peristiwa Kelam Sepak Bola Indonesia
- (Foto AP/Yudha Prabowo)
Momen ini sekaligus menjadi awal bersatunnya seluruh suporter di Indonesia. Mereka terus menggaungkan tagar usut tuntas, spanduk kritikan dan sejumlah kecaman juga menghiasi malam 7 hari ini.
"Kita akan tetap mengawal kasus ini. Jika ada fakta yang disembunyikan, jika ada fakta yang terselubung. Sampai titik darah penghabisan akan terus kita kejar," kata salah satu sesepuh Aremania, Anto Baret dalam orasinya.
7. Pintu 13 Layaknya Kuburan Massal
Gate 13 Stadion Kanjuruhan jadi lokasi yang disorot pada Tragedi Kanjuruhan
Aremania dari komunitas District Dau, Eko memberikan kesaksian atas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada pekan lalu, Sabtu, 1 Oktober 2022. Dia memegang tiket ekonomi pada laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya.
Saat itu dia tidak masuk ke dalam tribun karena stadion sudah penuh. Dia memutuskan melihat Arema dari luar stadion. Saat itu panpel menyediakan dua layar lebar dan beberapa warung menyalakan televisi siaran laga Derby Jawa Timur ini.
Peluit panjang dibunyikan. Sekira 10 menit kemudian terdengar suara kekacauan di dalam tribun. Tembakan gas air mata terdengar jelas di telinganya. Dia kemudian lari menuju tribun Kanjuruhan bagian selatan.
"Pertama saya lari ke gate 14 pintu di situ terbuka. Saya pikir aman gate 14 saya cari gate lainnya," kata Eko.
Sambil meneteskan air matanya. Dia mengingat saat kakinya menginjak depan gate 13. Suara tangisan, dan jeritan minta tolong terdengar cukup kencang. Ironisnya pintu 13 terkunci rapat. Sebagian Aremania terus menendang ventilasi yang terbuat dari semen sampai jebol demi mengevakuasi Aremania yang terjebak di gate 13.
"Di gate 13 itu semacam kuburan adik-adik saya. Di sana menumpuk anak kecil kebanyakan wanita, seperti kuburan masal. Banyak perempuan anak kecil sudah bertumpukan disana," ujar Eko.
"Sampai anak-anak menghancurkan dinding berjuang memakai apapun untuk bisa menghancurkan itu dan bisa mengevakuasi teman-temannya. Asap (gas air mata) itu benar-benar pedih banyak Aremania. Saya lari meminta pertolongan," tambahnya.
8. Mayoritas Korban Alami Mata Merah Akibat Pendarahan
Salah satu korban mata merah Tragedi Kanjuruhan
Sejumlah korban tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 mengalami luka pendarahan pada bagian mata. Pendarahan itu diakibatkan oleh gas air mata dan benturan.
