VoxPop RePlay 2022: Tragedi Kanjuruhan, Peristiwa Kelam Sepak Bola Indonesia

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Arema vs Persebaya
Sumber :
  • (Foto AP/Yudha Prabowo)

Salah satu korban yang mengalami pendarahan pada bagian mata adalah Kevia Naswa Ainurrohma (18 tahun) warga New Puri Kartika Asri, Kota Malang. Mahasiswa Universitas Widyagama mengalami mata merah pada bagian kanan dan kiri sejak tragedi itu berlangsung sampai saat ini.

img_title 5 Game Sepak Bola Mobile yang Memberikan Sensasi Mirip Piala Dunia 2026, Cocok Main Bareng Teman!

"Saya periksakan ke poli mata. Kata dokter ada pendarahan akibat gas air mata dan benturan," kata Kevia, Selasa, 11 Oktober 2022.

Kevia menuturkan, bahwa saat itu dia nonton Arema FC di tribun 14. Saat itu dia tidak segera keluar stadion karena pintu 14 masih penuh. Tetapi kerusuhan terjadi di Kanjuruhan. Tembakan gas air mata terus dilakukan ke arah tribun 12 dan 13. Angin gas air mata mengarah pada tribun 14.

img_title 5 Game Sepak Bola dengan Turnamen Internasional Terbaik, Alternatif Seru untuk Merasakan Demam Piala Dunia

"Gas air mata ditembakan ke tribun 12 dan 13 otomatis anginnya ke tribun 14. Sangat dekat karena saya ada di tribun 14 yang dekat dengan tribun 13," ujar Kevia.

Setelah kondisi tidak terkendali dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari stadion. Suporter yang panik berdesak-desakan. Dia bahkan terjatuh dari tangga pintu 13 ke bawah. Kevia akhirnya bisa dikeluarkan oleh Aremania lainnya dengan cara ditarik untuk menghindari terinjak-injak hingga kakinya robek terkena besi pagar stadion.

img_title Prabowo: Hati-hati, Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo!

"Perih di mata dan sesak. Kondisi menuju pintu keluar itu crowded saya sampai terjatuh dan akhirnya terpisah dengan teman saya. Tapi saya beruntung dibantu Aremania lainnya, ditarik keluar supaya saya tidak terjepit dan terinjak-injak," tutur Kevia.

9. Gelombang Protes Aremania

Aksi damai Aremania menuntut keadilan untuk korban tragedi Kanjuruhan.

Photo :
  • VoxPop.co.id/ Lucky Aditya (Malang)

Ratusan Aremania turun ke jalan menuntut keadilan untuk seluruh korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Aksi damai Aremania ini digelar sekira pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, Kamis, 20 Oktober 2022.

Dalam aksi damai ini ratusan Aremania berkumpul di halaman luar Stadion Gajayana, Kota Malang. Mereka lalu melakukan longmarch menuju Balai Kota Malang.

Aremania membawa sejumlah poster kecaman atas Tragedi Kanjuruhan yang telah membuat 133 jiwa Aremania dan Aremanita meninggal dunia. Serta membuat 600 lebih suporter mengalami luka-luka.

Beberapa poster kecaman bertuliskan antara lain, "Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan", "Revolusi PSSI", "Kami Ditunggangi Rasa Kemanusiaan", "Anak Ku Hanya Lihat Sepak Bola, Ayah Ibu Kangen Nak", "Jika Sepak Bola Jadi Pemersatu Bangsa, Kenapa Harus Ada Korban Jiwa".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut