RI Dinilai Masih Perlu Banyak Ahli Intelijen untuk Kepentingan Negara

Diskusi bedah buku ‘Pembangunan Jaringan’ di Kampus 2 Ubhara
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Nasional - RI dinilai masih perlu banyak ahli intelijen untuk kepentingan negara. Alasannya, dunia intelijen juga relevan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

img_title Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Dinilai Saling Melengkapi Sebagai Pemimpin Negara

Demikian disampaikan Kepala Pusat Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Hermawan Sulistyo, dalam dikusi bedah buku ‘Pembangunan Jaringan’ di Kampus 2 Ubhara Jaya. Dia mengatakan dunia intelijen selalu menarik karena penuh rahasia dan serba tertutup.

Meski tertutup, kata dia, dunia intelijen tetap membutuhkan kapasitas intelektual yang baik. Menurut dia, intel, reserse dan akademisi merupakan satu kluster yang saling terkait satu sama lain. 

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Bagi dia buku Pembangunan Jaringan yang ditulis intelijen senior Yohannes Wahyu Saronto ini mengupas banyak hal terkait konsep, metode dan pengembangan jaringan. Namun, tidak hanya organisasi intelijen tapi juga untuk bisnis, sosial dan pendidikan. 

"Buku ini untuk kebutuhan masyarakat. Saya tulis bukan hanya untuk komunitas intelijen. Tetapi terkait masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Buku ini bisa digunakan siapa saja," kata Wahyu, dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu, 12 Februari 2023.

img_title Empat Negara Dikecualikan dari Aturan Soal DHE SDA, Airlangga Beberkan Alasannya

Salah seorang pembicara lainnya, Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ivan Yulivan menyampaikan dengan pesatnya perkembangan teknologi canggih, saat ini orang bisa diam di rumah. Tapi, informasi masuk dengan sendirinya. 

Begitupun menurutnya perkembangan soal alat dan senjata yang bisa dikendalikan dari jauh. Teknologi senjata ini sudah dipraktikkan di sejumlah negara untuk memperkuat pertahanan negaranya.

"Ini sudah mulai berkembang dalam peperangan di beberapa negara,” ujar Ivan yang juga merupakan Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Bidang Pertahanan dan Keamanan.

Sementara, jurnalis Aiman Witjaksono berpandangan profesi intelijen tidak jauh berbeda dengan jurnalis. Dia mengatakan demikian karena kemampuan insting yang tajam dalam melihat isu menjadi hal yang sama. 

Pun, dia menekankan jurnalis seperti intel yang juga mesti didukung teknologi open source intelligent (osint) sehingga akan menghasilkan produk yang luar biasa.

Diskusi bedah buku ‘Pembangunan Jaringan’ di Kampus 2 Ubhara

Photo :
  • Istimewa

Kemudian, Aiman bilang penting juga kemampuan organisasi dalam membangun jaringan akan mendorong munculnya kualitas analisis. Selain itu, untuk kecepatan bergerak dan ketepatan memilih sasaran atau segmen pasar. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut