Disindir PDIP Tak Jelas soal Alasan Cekal Yasonna ke LN, Begini Jawaban Menohok KPK
- KPK.go.id
Jakarta, VoxPop – Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna Laoly dicegah tak bisa bepergian ke luar negeri selama enam bulan lamanya terkait kasus dugaan suap Harun Masiku. PDI Perjuangan (PDIP) menyebut pencekalan ke luar negeri terhadap Yasonna dinilai tak ada kejelasan dalam kasusnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun buka suara atas pernyataan dari PDIP. KPK menilai semua tindakan yang dilakukan oleh penyidik pasti punya dasar hukum yang berlaku.
"Semua tindakan yang dilakukan oleh penyidik itu memiliki dasar hukum. Ada prosedurnya sebelum itu diajukan dan disetujui oleh pimpinan KPK untuk melakukan pencekalan," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, saat dikonfirmasi pada Senin, 30 Desember 2024.
Tessa menyampaikan alasan setiap saksi yang dicegah tak bisa bepergian ke luar negeri atas kasus korupsi. Menurut dia, langkah KPK itu karena keterangan saksi masih dibutuhkan oleh penyidik. "Yang jelas semua pihak yang dicegah untuk pergi ke luar negeri dibutuhkan keterangannya di dalam negeri supaya prosesnya bisa lebih cepat," ujar Tessa.
Baca Juga: Yasonna Dicekal ke Luar Negeri, PDIP Ingatkan KPK Profesional: Tidak Ada Kejelasan
Yasonna Laoly Diperiksa KPK Terkait Harun Masiku
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Dia bilang upaya pencegahan tak bisa bepergian ke luar negeri untuk saksi sepenuhnya merupakan kewenangan dari penyidik yang mengusut suatu kasus dugaan korupsi.
"Bahwa proses pencegahan ke luar negeri ini merupakan kewenangan penyidik untuk menilai yang bersangkutan keterangannya dibutuhkan," tuturnya.
Tessa mengklaim pihaknya juga tak ingin berlarut-larut dalam menangani kasus. "KPK juga tak menginginkan perkara ini berlarut-larut, karena akan ada pihak-pihak yang tersandera dari proses penanganan perkara ini. KPK, penyidik juga ingin perkara ini segera untuk dilimpahkan," jelas Tessa.
Pun, Tessa memastikan upaya pencegahan ke luar negeri kepada saksi dilakukan semata-mata untuk segera bisa menuntaskan perkara korupsi.
Sebelumnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI mencekal Hasto Kristiyanto ke luar negeri. Status Hasto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Harun Masiku.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Saffar Muhammad Godam menjelaskan selain Hasto, pihaknya juga mencekal politikus PDIP lainnya yakni Yasonna Laoly mulai per Selasa, 24 Desember 2024.
