Wapres Gibran Jenguk Korban Demo di RSCM dan RS Pelni, Sampaikan Hal Ini

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka (kiri)
Sumber :
  • ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Jakarta, VoxPop – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjenguk beberapa warga di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pelni, Jakarta yang menjadi korban luka-luka akibat dampak bentrok massa aksi dan polisi.

img_title Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Gibran mendatangi dua RS masing-masing di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat itu pada Jumat (29/8) malam, sebagaimana disiarkan oleh rekaman video yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi.

Di RS Pelni, Wapres Gibran menjenguk Moh. Umar Amirudin, pengendara ojek online (ojol) yang sempat dikabarkan meninggal dunia, tetapi kemudian diketahui masih hidup, dalam keadaan sadar, dan menjalani perawatan di RS Pelni.

img_title Polisi Tangkap Wanita 45 Tahun di Ciamis Jabar, Diduga Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Gibran kemudian bertanya luka-luka yang dialami oleh Umar, dan juga situasi saat dia berada di lokasi kejadian. Gibran juga sempat menanyakan alasan Umar melewati jalan yang rawan itu, dan kemudian dijawab dia terpaksa lewat jalan itu karena banyak akses jalan ditutup saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Gibran kemudian meminta Umar untuk beristirahat.

img_title Awas Macet, Ada Dua Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Senin 3 Agustus 2026, Hindari Kawasan Ini

“Istirahat yang cukup tiga hari pulang,” kata Wapres Gibran ke Umar.

Umar pun mengangguk dan mengiyakan saran dari Wapres.

Gibran kemudian menyalami Umar dan anggota keluarga yang mendampingi Umar di RS Pelni.

Selepas itu, Gibran lanjut menjenguk seorang pria korban luka-luka, yang dirawat di bilik sebelah Umar.

“Tidur saja, tidur,” kata Wapres Gibran ke salah satu korban yang duduk saat Gibran mendatangi dia.

Gibran kemudian bertanya keluhan yang dia alami. Warga tersebut, yang merupakan seorang pria, menceritakan kondisinya, luka-luka di kepala, dan kondisinya yang merasakan pusing. Pria tersebut juga menceritakan dia menjadi korban bentrok aparat dan massa saat dalam perjalanan pulang dari kantor selepas bekerja.

Aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8) berlanjut hingga Jumat (29/8) yang turut diwarnai dengan bentrok antara demonstran dengan polisi yang berupaya membubarkan massa. Eskalasi bentrok antara massa dan demonstran meningkat pada Kamis malam, setelah kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob melindas Affan Kurniawan hingga meninggal dunia. Affan, sebagaimana Umar, merupakan pengendara ojol yang sedang bekerja saat bentrok massa dan aparat berlangsung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut