Permintaan Maaf Mahasiswa UNUD yang Hina Korban Bunuh Diri Timothy Anugerah Tuai Kecaman, Netizen: Gak Ada Empati
- IST
Pemberitaan ini bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri, apapun yang terjadi, tindakan bunuh diri tidaklah dibenarkan. Jika Anda mengalami depresi atau permasalahan psikologi, segera konsultasikan masalah-masalah Anda untuk dibantu oleh psikolog, psikiater maupun klinik kesehatan mental.
Denpasar, VoxPop – Tragedi meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana (Unud), Bali, akibat dugaan bunuh diri, terus menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena peristiwa pilunya, tetapi juga karena sejumlah mahasiswa diduga mengolok-olok kematian Timothy lewat percakapan dan unggahan di media sosial.
Ironisnya, setelah korban meninggal, beberapa mahasiswa masih sempat menjadikan kepergian Timothy sebagai bahan candaan. Dalam tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang tersebar luas, terlihat komentar bernada hinaan dan tak berperasaan.
“Kalau mau bundir kenapa gak sekalian lantai 4 aja, nanggung amat lantai 2,” tulis salah satu pesan dari grup WhatsApp yang beredar di media sosial.
Pesan lain menimpali, “Mentalnya gak kuat kalau dari lantai 4, koe bantu ke lantai 3 dah.”
Ada pula yang menambahkan, “Baru peti harga sudah jutaan, apalagi kargo pesawat, sekitar 30 juta lenyap.”
Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra
- YouTube/tvOneNews
Percakapan itu memicu kemarahan besar di media sosial. Warganet mengecam para pelaku yang dianggap kehilangan rasa kemanusiaan karena menjadikan kematian seseorang sebagai bahan olok-olokan.
Bahkan setelah Timothy dimakamkan, unggahan berisi komentar dan nyanyian bernada ejekan terhadap korban masih muncul di dunia maya.
Permintaan Maaf yang Dinilai Hambar
Setelah kasus ini viral, beberapa mahasiswa dari Program Studi Ilmu Politik angkatan 2023 yang teridentifikasi sebagai pelaku membuat video permintaan maaf terbuka. Namun nada bicara mereka yang datar membuat banyak orang menilai permintaan maaf tersebut tidak tulus.
Salah satu mahasiswa, Agung Nanda, membuka videonya dengan salam lintas agama dan menyampaikan penyesalan.
“Saya Agung Nanda, mahasiswa Ilmu Politik angkatan tahun 2023. Mohon maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang saya lakukan. Saya ingin terutama meminta maaf kepada keluarga korban almarhum Kak Timothy. Saya siap menerima sanksi dari pihak fakultas maupun organisasi yang saya ikuti,” ujarnya.
