BPK Beri Pesan ke Kementerian dan Lembaga: WTP Bukan Tujuan Akhir

Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana (kiri)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Menurut dia, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan, tanpa mengesampingkan peran manusia.

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

"Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan, bukan menggantikan peran manusia. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan pada akhirnya tetap ditentukan oleh integritas, kepemimpinan, dan tanggung jawab para penyelenggara negara," tutur dia.

Selain itu, BPK juga mendorong kementerian dan lembaga menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pemerintahan.

img_title MK: MBG Pakai Anggaran Pendidikan sebagai Cara Pemerintah Penuhi Mandat 20 Persen Dana Pendidikan

Menutup keterangannya, Nyoman menegaskan bahwa fungsi audit kini tidak lagi sebatas menilai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengawal perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.

"Audit tidak hanya menilai kepatuhan masa lalu, tetapi juga mengawal terwujudnya masa depan yang lebih baik," katanya.

img_title MK Nilai MBG Penting untuk Penuhi Hak Gizi Rakyat, tapi Harus Punya Anggaran Sendiri
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari

Efisiensi Anggaran MBG, Menu Murah & Bergizi Berbahan Pangan Lokal Bisa Jadi Opsi

BGN tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026, sebagai langkah efisiensi dari alokasi sebelumnya yang sebesar Rp 268 triliun.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut