Bumi Resources Minerals dan Anak Usaha Raih Kredit Jumbo Senilai Rp10 Triliun dari 4 Bank Besar, Kebut Produksi Emas

Penandatangan Fasilitas Pinjaman untuk BRMS dan CPM dari Sejumlah Bank
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Emiten emas milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM) melaporkan telah menandatangi fasilitas pinjaman sindikasi. Totalnya bernilai US$625 juta atau Rp 10,4 Triliun (estimasi kurs Rp 16.670 per dolar AS) yang berasal dari Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega, dan BCA.

img_title Rayu Toyota Relokasi Produksi ke RI, Purbaya Tawarkan Insentif

Chief Financial Officer & Direktur BRMS, Charles Gobel, menuturkan fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 6 tahun, termasuk grace period sekitar 10 bulan. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2031.

Lebih lanjut, Chief Executive Officer & Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito, mengatakan fasilitas pinjaman tersebut membantu kami untuk mencapai tiga tujuan utama. Pertama, pinjaman tersebut diperlukan untuk mendanai peningkatan kapasitas produksi. Dengan demikian, produksi emas akan meningkat pada kuartal IV-2026.

img_title 7 Kesalahan yang Bikin Investasi Emas Kurang Untung, Hindari Kalau Tak Mau Rugi

"Mendanai pemrosesan salah satu pabrik emas di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026," jelas Agus dikutip dari keterangan resmi perusahaan pada Senin, 24 November 2025.

Ilustrasi emas batangan

Photo :
  • Pixabay
img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Kedua, kata Agus, pinjaman digunakan untuk menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah di Palu. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan produksi emas BRMS secara signifikan pada semester kedua tahun 2027.

"Prospek tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kadar emas tinggi di kisaran 4,9 g/t," ujarnya. 

Ketiga, pinjaman akan dipakai untuk aktifitas pengeboran dan eksplorasi di beberapa lokasi tambang di Gorontalo dalam 18 bulan kedepan. Harapannya dapat meningkatkan jumlah sumber daya dan cadangan mineral tembaga perusahaan di Gorontalo dan mengumumkan hasil pengeborannya pada semester pertama tahun 2027.

Fasilitas pinjaman US$425 juta diberikan kepada CPM yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah pada kuartal III-2027, dan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) yang pertama dari 500 ton ke 2.000 ton bijih per hari pada kuartal IV-2026.
  2. Mendanai keperluan modal kerja dan belanja modal dari CPM.
  3. Melunasi pinjaman US$120 juta dari Bank Mega.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut