IHSG Menguat 0,71 Persen ke Level 6.388, Saham Teknologi hingga Properti Jadi Penggerak Utama
- VoxPop/M Ali Wafa
Pelaku pasar juga menantikan rilis data perdagangan China yang diperkirakan menjadi indikator penting untuk melihat prospek permintaan komoditas global.
Investor Tetap Waspadai Sentimen Global
Meski IHSG menguat, investor masih bersikap hati-hati terhadap sejumlah sentimen global.
Perhatian pasar tertuju pada pergerakan Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan tersebut dipicu oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Kondisi itu mencerminkan kehati-hatian investor menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya non-farm payrolls (NFP), yang dipandang sebagai salah satu indikator penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Investor Cermati Cadangan Devisa dan IPO BUMN
Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026.
Data tersebut dinilai penting untuk mengukur ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah volatilitas pasar global dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, pasar masih mencermati rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah perusahaan BUMN yang tengah dipersiapkan melalui Danantara.
Beberapa perusahaan yang masuk dalam wacana IPO antara lain:
- Pelindo
- Pegadaian
- Pupuk Indonesia
- Angkasa Pura
Meski demikian, realisasi IPO tersebut baru akan dilakukan setelah proses konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan selesai.
Investor Asing Masih Bukukan Net Sell
Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatat aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026.
Nilai net sell tercatat mencapai Rp273,5 miliar. Namun demikian, pola transaksi menunjukkan adanya rotasi portofolio.
Investor asing mengurangi kepemilikan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, ANTM, dan BRMS.
Di sisi lain, asing meningkatkan akumulasi pada saham DSSA, TPIA, PTRO, serta saham-saham perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BBRI, BBNI, dan BMRI.
Dengan dukungan penguatan sektor teknologi, barang baku, dan properti serta sentimen positif dari mayoritas bursa Asia, IHSG mampu mempertahankan pergerakan di zona hijau hingga sesi pertama. Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada sesi berikutnya.
