Kurangi Makan Nasi, Bermanfaat Bagi Tubuh Juga Selamatkan Lingkungan

Ilustrasi nasi
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Asupan makanan tidak berimbang ditambah kurangnya aktivitas tubuh akibat pembatasan mobilitas selama pandemi COVID-19 bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Konsumsi karbohidrat yang berlebihan ditambah gaya hidup sedentari alias ‘gerak minimal, makan maksimal’, bakal memicu obesitas yang berpotensi menjadi penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

img_title Penderita Diabetes Tak Harus Berhenti Makan Karbohidrat, Ini 7 Pilihan yang Lebih Ramah Gula Darah

Penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) menemukan sedikitnya 2 juta kematian manusia di dunia setiap tahunnya disebabkan karena minimnya aktivitas tubuh1, WHO pun mengingatkan, gaya hidup sedentari bisa jadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Selain memaksakan tubuh untuk bergerak minimal 30 menit sehari, mengurangi konsumsi karbohidrat juga dianjurkan oleh para pakar kesehatan. Bila dikonsumsi secara berlebihan, nasi bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh yang kemudian memicu tubuh menjadi lebih cepat lelah dan terus merasa lapar.

img_title Sering Dianggap Musuh Gula Darah, Benarkah Nasi Harus Dihindari Penderita Diabetes?

Ilustrasi nasi putih

Photo :
  • pixabay

Bukan hanya itu, konsumsi nasi yang berlebihan juga berarti mendorong produksi tanaman padi semakin besar. Akibatnya, bisa semakin banyak alih fungsi lahan dari hutan menjadi sawah, yang dampaknya juga buruk bagi lingkungan hidup.  Berikut manfaat mengurangi konsumsi nasi bagi tubuh juga lingkungan hidup.

img_title Program Becak Kayuh Listrik, Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta

Mengurangi risiko diabetes

Dari segi nutrisi, nasi putih adalah sumber karbohidrat yang juga mengandung zat gizi mikro dan protein. Namun, ketika asupannya berlebih bisa meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas dan resistensi insulin atau diabetes. 

Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-7 dunia sebagai negara dengan kasus diabetes terbanyak. dr. Alvi Muldani, dokter dan relawan di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) mengatakan faktor penyebab penyakit diabetes di Indonesia, di antaranya konsumsi kalori lebih besar dibandingkan kebutuhan dan kurangnya aktivitas tubuh seperti mengonsumsi nasi berlebih namun tidak diiringi aktivitas fisik yang cukup.

Menurut dr Alvi, mengonsumsi nasi berlebih bisa berkontribusi pada risiko diabetes. Selain itu, faktor lain yang juga berkontribusi pada diabetes seperti gaya hidup sedentari dan kegemukan. Dari penelitian didapatkan orang yang mengonsumsi nasi 450g sehari di dibandingkan dengan yang mengonsumsi 150g memiliki risiko 20% lebih besar untuk terkena diabetes.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut