- Innes Soekanto
Menurut dia, kota Cimahi mengalami penurunan permukaan tanah sebesar sekitar 19 kali volume stadion Senayan. Sedangkan daerah Dayeuhkolot dan Baleendah Bandung telah kehilangan volume tanah selama kira-kira 3,2 dan 1,1 kali dari volume stadion Senayan.
“Penurunan tanah di daerah Cimahi, Dayeuhkolot, dan Baleendah terjadi karena penyedotan air bawah tanah yang berlebihan akibat semakin tambahnya populasi penduduk dan industri di daerah tersebut,” ia menjelaskan.
Menurutnya, metoda penginderaan itu akan lebih baik hasilnya bila memakai sensor yang sedang ia kembangkan. Karena itu, Josh akan meluncurkan satelit sendiri yang akan membawa sensor besutannya pada 2014 yaitu circularly polarized synthetic aperture radar microsatellite atau disingkat CP-SAR mSAT .
Rencananya, microsatellite itu akan dipasangi radar kecil dan antenna-antenna berukuran 2 micron meter sebagai sensor observasi bumi, yang bahkan untuk melihatnya pun perlu menggunakan mikroskop. Bila persiapannya lancar, mikrosatelit ini akan menjadi mikrosatelit pertama di dunia yang dipasangi sensor radar.
Secara keseluruhan, Josh telah memiliki seratusan paten yang tersebar di 118 negara di dunia. Karya-karyanya sebagian telah dimanfaatkan oleh pelaku industri di Jepang dan di masa depan, akan diaplikasikan di bidang telekomunikasi, transportasi, penginderaan jarak jauh,kesehatan maupun miiliter.
1200 unit Radar cuaca buatannya akan digunakan oleh perusahaan Jepang Weathernews Corporation untuk mengirimkan informasi prediksi cuaca 3-Dimensi. Informasi ini nantinya juga digunakan untuk navigasi pesawat, kapal (alat transportasi massa) dengan lebih akurat. Ia juga tengah membuatkan radar anti bajak laut bagi kapal-kapal skala besar Jepang, maupun radar-radar untuk mobil yang melewati daerah bersalju.
Sebenarnya masih banyak lagi riset-risetnya yang bermanfaat dan sangat relevan dengan kebutuhan dalam negeri Indonesia. Antara lain risetnya di bidang pemantauan pergerakan lempeng serta pemantauan musibah dan manajemen bencana berbasis penginderaan jarak jauh.
“Riset ini dapat digunakan memonitor pergerakan permukaan bumi dengan akurasi milimeter, memonitor pergeseran permukaan bumi sebelum tanah longsor terjadi, atau pergerakan sesar atau patahan,” kata dia. Sayangnya, bukan Indonesia yang memanfaatkannya, justru negeri jiran yang menikmati hasil penelitian ini.
