SOROT 116

Hobi Riset Si Pakar Radar

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dengan sepeda onthelnya
Sumber :
  • Innes Soekanto

Riset ini justru menjadi salah satu bantuan teknologi pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia untuk memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor di Semanjung Malaysia yang proyeknya akan dilaksanakan selama tahun 2011-2016, melalui program Official Development Assistance (ODA).

img_title Pakar: Jika Tim 9 Gagal, KPK Wajib Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jualan es lilin

Kesuksesan Josaphat tak lepas dari kisah hidupnya di masa lalu. Pada diri Josh bisa mengalir darah pengajar, baik dari ayahnya, maupun ibunya. Ayahnya, Michael Suman Juswaljati adalah instruktur Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat, sekarang Kopaskhas) TNI-AU. Sementara Ibunya, Florentina Srindadi, pernah menjadi guru Taman Kanak-kanak. “Mungkin secara tidak sadar ini yang menyebabkan sayapun kini menjadi staf pengajar di Chiba University,” kata Josh

img_title Prabowo: Pakar Ramalkan 25 Tahun Lagi Ekonomi Indonesia Peringkat 4 di Dunia

Lahir pada 25 Juni 1970 di RSAU Lapangan Udara Sulaiman Margahayu Kabupaten Bandung, Josh kemudian dibesarkan di desa kecil Colomadu Kartasura Jawa Tengah, hingga SMP. Ia mulai mengenal radar-radar milik AURI saat ikut ayahnya melatih tentara di sekolah pendidikan yang bersebelahan dengan bagian perbengkelan dan pemeliharaan radar (Benhar), ke pangkalan udara Adisumarmo Solo.

Sejak kecil ia dididik mandiri dan menjadi pekerja keras. Josh pernah berjualan es lilin semasa SD hingga SMP. Josh menjadi terbiasa memutar otak mencari siasat agar dagangannya laris. “Saya terbiasa berpikir cepat dan tanggap membaca kebutuhan orang lain sejak kecil, termasuk menghitung hasil penjualan dan memberikan bonus kepada ibu-ibu yang membantu menjualkan es lilin keluarga kami di desa-desa sekitar kami tinggal.”

img_title Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah

Josh melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri I Solo. Lalu dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah S1 dan S2 di Kanazawa University Jepang pada jurusan Electrical and Computer Engineering. Kemudian ia mendapatkan gelar Ph.D. di bidang Applied Radio Wave and Radar Systems dari Chiba University pada 2002.

Setelah itu ia sempat diminta menjadi staff pengajar di Chiba University (Jepang), Leicester University (UK), dan University of Hebrew (Israel), namun ia memilih Chiba University karena dekat dengan Bandara Narita, sehingga tetap bisa mendukung kegiatan penelitian dan kontribusinya ke seluruh dunia.

Pesawat tak berawak pembawa radar milik Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

Tak cuma menjadi Associate Professor (karyawan permanen atau PNS) di kementerian pendidikan dan teknologi Jepang (Monbukagakusho), Josh juga menjadi visiting professor, adjunct professor dan jabatan lain di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjajaran. Secara berkala ia datang ke sini untuk mengajar universitas-universitas Indonesia, dan tak segan-segan mengeluarkan kocek pribadinya untuk itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut