SOROT 116

Hobi Riset Si Pakar Radar

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dengan sepeda onthelnya
Sumber :
  • Innes Soekanto

Banyak pula mahasiswa asal Indonesia yang berkemauan kuat untuk maju dan berprestasi, yang kemudian menemukan teknologi tinggi melalui labnya di Chiba. “Saya ingin memajukan teknologi dan sains Indonesia melalui hasil-hasil pemikiran yang ‘only one’ di dunia, khususnya di bidang sensor-sensor untuk ruang angkasa dan penginderaan jarak jauh.”

img_title Pakar Usul Wakapolri Dijabat 2 Orang Buat Tangani Wilayah Timur-Barat RI

Jangan ikut asing

Lama menimba ilmu dan berkarya di negeri orang memberikannya perspektif tentang kondisi  di tanah air. Menurut Josh, seharusnya setiap negara –termasuk Indonesia, memiliki ciri tersendiri dalam menciptakan sistem pendidikan dan budaya keilmuan, demikian juga seharusnya di Indonesia. Ia melihat kebijakan sekarang cenderung mengejar ketertinggalan teknologi dan sains Indonesia dari negara maju.

img_title Prabowo Sentil Pakar Asal Bicara soal Dirinya di Podcast: Ngarang Itu!

Padahal, semestinya  kita mengkaji cara pikir ke-Indonesia-an yang khas sebelum menciptakan bibit-bibit teknologi yang bisa disumbangkan untuk dunia. “Kalau kita mengejar terus, maka kita akan ketinggalan terus. Sebaiknya kita harus perbaiki arahnya untuk menciptakan trend keilmuan yang bersumber dari kesadaran akan alam Indonesia.”

Selain itu ia juga khawatir, karena banyak budaya dan pemikiran khas Indonesia yang telah ditinggalkan. “Kita malah berlomba-lomba menyempurnakan pemikiran, tradisi dan budaya bangsa asing di Indonesia, seakan lebih murni dan sempurna dibanding di tempat asalnya,” kata Josh. Padahal, ini justru akan menutup kemampuan berfikir, sekaligus menghilangan jati diri dan budaya kita.

img_title Kajian MA soal Hakim Tom Lembong Disorot, Begini Kata Pakar Hukum

Agar “warna” Indonesia tak pudar di peta dunia, kata dia, kita perlu keras kepala kepada budaya asing, bukan malah mengikutinya.  Lebih jauh, Josh merujuk beberapa negara-negara yang memiliki  latar belakang budaya kuat, seperti Jepang, China, Korea, dan bahkan Israel.

Kolektor peta kuno

Di luar kegiatan akademiknya,  Josh punya hobi mengumpulkan dokumen lama budaya Indonesia, dan peta kuno Indonesia maupun dunia. Dia banyak mendapatkan benda-benda itu melalui lelang. Koleksinya antara lain peta dari abad 19. Hobinya ini dipicu oleh kenangannya di masa kecil karena ayahnya sering membawa peta militer.

“Dulu saya hanya ingin punya peta-peta kuno wilayah Indonesia saja, tetapi sekarang sudah saya kumpulkan peta-peta kuno asli untuk wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia timur, hingga Australia, dalam berbagai skala. Bahkan Josh tengah menyusun sebuah buku tentang sejarah pembuatan peta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut