- VoxPopnews/Fernando Randy
Selain itu, secara sadar atau tidak kini dunia lawak Indonesia faktanya sedang dirundung kesulitan untuk melahirkan grup lawak yang bisa melegenda seperti Warkop DKI atau Grup Srimulat pada masa lampau.
Banyaknya acara di televisi yang menyelipkan komedi, tak seiring dengan munculnya grup lawak. Semuanya hanya figur personal yang kadang belum tentu bisa berkolaborasi kuat dalam sebuah tim.
Dan pastinya, seperti yang diharapkan Sidik, Indonesia membutuhkan sebuah ruang khusus untuk melatih seni komedi. "Kayak di Amerika itu, school of art-nya ada S3 penulisan komedi. Di Indonesia sekolah seninya belum spesifik," ujar Sidik.
Ya, melawak bukan sekadar mengemis tawa. Namun juga menjadi sebuah pesan moral untuk mengkritik, membangun dan menanamkan motivasi kepada masyarakat.
Moto legendaris Warkop DKI 'Tertawalah sebelum tertawa dilarang' harus diakui menjadi pesan yang kuat hingga era kini. Namun, menertawai hal yang tak lucu juga tak ada guna. (ren)
