Menggetarkan Isi Surat dari Akhirat di Makam Sesepuh TNI
Kami belum pernah merasai
Hasil kemerdekaan
Kamilah remaja yang menjadi tumbal
Belum sempat mereguk nikmat dunia
Namun kami rela melepas nyawa
Demi kemerdekaan nusa dan bangsa
Dan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur
Berlandaskan Pancasila dan UUD'45
Kini
Apa kabar kawan, nasib bangsa kita?
Sudahkah tercapai cita-cita kita bersama?
Sudahkah tercapai masyarakat kita yang adil dan makmur?
Kawan
Kau boleh lupa pada kami
Tumbal-tumbal ini
Tapi
Jangan sekali-kali melalaikan tanggungjawabmu terhadap nasib bangsa kita
Sehingga pengorbanan kami tidak sia-sia.
VoxPop Militer: Makam pejuang Kusuma Bantala.
Tak ada tertera nama pembuat Pesan dari Akhirat itu, di bagian bawah hanya tertulis NN alias Non Name. Meski begitu, kalimat dalam Pesan dari Akhirat sangat mendalam maknanya bagi siapa pun yang membacanya.
Perlu diketahui, 11 pejuang ini bukan orang sembarangan, mereka merupakan pasukan yang berperang bersama Panglima TNI (TKR), Jenderal Besar Soedirman dalam merebut Kota Ambarawa dari tangan sekutu.
Ketika itu mereka tergabung dalam Kesatuan AMRI. Salah satu kesatuan tentara rakyat merupakan bagian dari TKR bersama TRM, BPRI dan Pasukan Hisbullah.
11 pejuang gugur dalam pertempuran saat melakukan penyergapan kepada konvoi tertana sekutu yang ketika itu mundur dari Magelang ke Semarang.
Pertempuran merebut Kota Ambarawa merupakan perang terdahsyat dalam sejarah perjuangan bangsa. Perang terjadi dari November hingga Desember 1945. Pertempuran puncaknya terjadi selama empat hari empat malam dari 12 Desember hingga 15 Desember.
Ketika itu TKR berhasil mengalahkan sekutu dan merebut Kota Ambarawa, hingga akhirnya hari kemenangan TKR itu ditetapkan sebagai Hari Infanteri yang sekarang bernama Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat yang diperingati setiap tanggal 15 Desember oleh prajurit TNI.
