Paradigma Baru Perguruan Tinggi dalam Kampus Merdeka
- vstory
Keharusan pendidikan sebagai pola asuh, ajar, dan pelatihan adalah laboratorium yang tidak hanya meluluskan manusia yang berbasis angka semata, tapi mereka yang unggul, kompeten, serta memiliki asa dalam mengarungi persaingan dan perkembangan zaman.
Perguruan tinggi menjadi salah satu elemen pilar yang mampu menginisiasi paradigma pendidikan tersebut, di mana pendidikan tinggi dengan segala instrumen yang dimilikinya mengandung arti bahwa tanggung jawab pendidikan tinggi bukan hanya sebatas menyelenggarakan pendidikan semata pada prosesi konvensional, tapi juga pada tataran terbarukan yang kekinian atau up to date. Asumsi dasarnya jelas, bahwa pendidikan tinggi dengan segala hiruk pikuknya adalah aktivitas yang melibatkan banyak cendekiawan dan intelektual yang mumpuni.
Berbagai kegiatan di dalamnya adalah kegiatan yang akan dilibatkan langsung dengan dinamika kehidupan, kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap perbincangan di perguruan tinggi bahkan, adalah perbincangan yang konstruktif terhadap penyediaan solusi dan representasi yang matang, yang menjadi jawaban berbagai kebutuhan secara administratif maupun praktik.
Paradigma Baru dan Kampus Merdeka
Berbicara soal perguruan tinggi, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tentu tak boleh luput dari jangkauan. Program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang merupakan salah satu dari rangkaian Merdeka Belajar adalah kebijakan yang banyak menuai atensi publik.
Secara umum, setiap terobosan yang ada sedikit banyak mampu menampilkan bagaimana sejatinya relevansi pendidikan dilakukan dengan terus-menerus. Apalagi kenyataan bahwa gempuran pandemi yang pada rentan tahun 2020-2022 begitu menggerogoti mobilitas masyarakat menjadi kunci yang membawa relevansi pendidikan ini perlu ditingkatkan. Bagaimana tidak, keterbatasan yang dialami, problem baru semacam learning loss, keterbatasan akses, sampai kemunduran capaian belajar mengharuskan betul Kemendikbudristek mengayuh roda lebih keras lagi demi akselerasi kualitas pendidikan.
Kampus Merdeka sebagaimana terobosan yang muncul menyemai perspektif baru pendidikan dalam realitasnya, praktik pendidikan di perguruan tinggi berubah seiring adanya perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Gaya dan daya ilmu pengetahuan pun semakin meluas dengan adanya akses media-media masa, pada tataran ini, institusi pendidikan formal semakin dituntut untuk bisa bertransformasi demi eksistensi dan relevansinya.
