Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Subuh

Difteri Tidak Pernah Hilang di Indonesia

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. Mohamad Subuh
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Makanya kita ketika memutuskan ORI itu juga tidak sembarangan, benar enggak nih kita ORI? Bisa enggak kita ORI? Kalau sudah tidak ada cara lain, oke kita putuskan ORI. Jadi semuanya harus kita pantau. Jadi nanti kita harus mengevaluasi ORI yang pertama ini nanti di bulan Agustus, karena baru selesai kan di bulan Juli kan. Nanti ORI yang bulan Januari, baru bisa kita evaluasi di bulan September. Anda bisa bayangkan itu kan, kita bekerja dalam situasi ORI itu seperti itu. Tetapi saya yakin, karena saya melihat kesiapan di lapangan, its oke. Kemudian, teman-teman di kabupaten/kota sudah familiar dengan ini, oke, kita laksanakan ORI. Tetapi dengan catatan harus bisa teregistrasi dengan baik semua.

img_title Irjen Ferdy Sambo: Polisi Nakal Ngapain Dibela, Pecat!

Nah, dengan ini masyarakat saya harapkan tidak perlu gundah gulana, tidak perlu khawatir lah. Bahkan, saat ini tren-nya sangat hebat sekali, yang bukan sasaran ORI pun minta diimunisasi. Saya mengapresiasi masyarakat yang ingin diimunisasi. Tetapi, saya ingatkan, yang diprioritaskan oleh pemerintah dan yang dibiayai pemerintah saat ini adalah mereka yang menjadi sasaran utama, yaitu usia 1 sampai 18 tahun, di 3 provinsi, di 12 kabupaten/kota. Lalu yang program rutin adalah bayi sampai anak kelas 3 SD, itu sasaran utama.

Yang di luar itu mohon maaf, sementara ini mandiri dulu. Artinya mandiri bayar sendiri dulu. Dan saya sangat mengapresiasi bagi masyarakat yang bukan sasaran utama dan mau datang sendiri dengan mencari vaksin sendiri untuk upaya pencegahan, itu sangat bagus. Kita apresiasi. Tinggal kewajiban kami, pemerintah ini menjaga pasokan vaksin. Jangan sampai masyarakat sudah mau, tetapi vaksinnya tidak ada. Atau ada tapi palsu, nah ini yang kita antisipasi juga, kita harus jamin itu.

img_title Irjen Ferdy Sambo: Jangan Viralkan Polisi Nakal, Lapor Propam Saja

Dan perlu diingat, produsen vaksin terbesar saat ini ada di Indonesia, yaitu Biofarma. Dia mengekspor ke 134 negara. Jadi sebenarnya kalau bicara persediaan vaksin negara kita ini aman sebenarnya.

Artinya stok vaksin difteri ini sudah aman yaa pak?

img_title Gus Yahya: NU Bukan Batu Loncatan Nyapres

Iya, aman, sudah oke. Mereka terus bekerja, Natal dan Tahun Baru mereka terus kerja itu untuk memproduksi vaksin ini. Karena mereka juga menjaga kebutuhan vaksin dunia kan, jangan sampai Indonesia diperhatikan, kebutuhan vaksin untuk dunia lain juga tidak bisa dipenuhi. Seperti sekarang ini kan sebenarnya ada empat negara yang KLB juga, Myanmar, Bangladesh, India, dan Venezuela. Bahkan, kasus terbesar ditemukan di Venezuela, sudah mencapai angka 1000 lebih penderita difteri. Jadi kalau dikatakan Indonesia terbesar, itu tidak lah yaa.. kalau dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, sekarang ini kita juga masih di bawah, pada tahun 2012 itu hampir 1200 penderita, sekarang (2017) terdapat 772 penderita difteri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut