Difteri Tidak Pernah Hilang di Indonesia
- VoxPop/Muhamad Solihin
Dari target 7,9 juta orang itu saat ini yang sudah mendapatkan ORI berapa banyak?
Sekitar 24.65 persen, atau kurang lebih sekitar 1,9 juta orang dari target 7,9 juta orang.
Kendala apa lagi selain liburan sekolah?
Jadi kendala yang saat ini kita hadapi hanya itu sebenarnya, jadi bagaimana kita menyiasati liburan sekolah ini seperti apa. Kita mengharapkan di masa libur sekolah ini masyarakat juga mau mengakses ke Puskesmas-Puskesmas terdekat. Kemudian di libur panjang akhir tahun dan awal tahun depan ini juga menjadi salah satu kendala bagi kita. Nanti saya akan berkomunikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten/kota supaya mereka mendirikan posko-posko pelayanan pada saat liburan akhir tahun dan awal tahun baru akan datang. Jadi kita akan update terus setiap harinya. Jadi saya juga harapkan kepada para orang tua untuk memanfaatkan puskesmas-puskesmas membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi, biar tercatat semuanya, saya saja yang di Kemenkes datang ke Puskesmas, di kantor saya ini tidak ada vaksin. Saya datang ke Puskesmas untuk disuntik antidifteri ke Puskesmas kok. Oleh karena itu kita berharap sekali orang tua memanfaatkan Puskesmas-Puskesmas ini. Atau kalau tidak mau ke Puskesmas, suntik vaksun secara mandiri atau sendiri-sendiri di rumah sakit, tapi tentu harganya agak mahal, jika dibandingkan dengan Puskesmas, kalau Puskesmas kan tinggal datang saja kan yang memang target sasarannya kan. Selama memang sasaran, datang saja ke Puskesmas.
Tadi Anda menjelaskan stok vaksin kita itu cukup. Sebenarnya apakah ada vaksin yang harus diimpor?
Saya kira tidak ya. Ada sih memang tapi itu karena demand masyarakat kita yang memang termotivasinya dengan barang-barang impor. Ada sih memang vaksin yang impor untuk difteri ini, ada beberapa merek sih. Tapi juga persediaannya terbatas. Sudah lah, kita jangan sampai mengulangi kejadian yang pernah terjadi lah yaa. Dahulu itu ada kasus vaksin palsu, yang dari impor kan. Sebenarnya, kualitas kita produksi dalam negeri itu khasiatnya sama kok dengan vaksin luar negeri. Jadi saya kira tidak perlu untuk impor. Paling yang membedakannya hanya kemasannya saja yang lebih bagus vaksin impor itu kan.
