Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Subuh

Difteri Tidak Pernah Hilang di Indonesia

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. Mohamad Subuh
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Kalau target ORI itu sendiri berapa sih?

img_title Deret Penyakit Berbahaya bagi Bayi, IDAI: Difteri Itu Mematikan

Gini, kan tadi saya sudah katakan, bahwa kenapa kita tingkatkan jumlah sasaran, karena difteri pada tahun ini variasi umur yang terkena ini cukup luas. Biasanya pada anak-anak di bawah 10 tahun, tapi sekarang sudah melebar sampai usia di atas 10 tahun, bahkan data terakhir kita itu di usia 82 tahun itu masih ada yang terkena difteri. Makanya dengan adanya kejadian seperti ini sasaran kita itu kita perluas, menjadi sampai usia anak kelas 3 SMA atau anak usia 18 tahun.

Nah, sasarannya ini cukup banyak, untuk di tiga provinsi saja, 12 kabupaten/kota itu jumlah sasaran kita sudah 7,9 juta orang.

img_title Miris, Lebih 200 Kota di Indonesia Risiko Tinggi Penularan Polio

Artinya ORI ini wajib sampai anak kelas 3 SMA ya?

Iya, kita lakukan perlindungan. Perhitungan sasaran kita itu 7,9 juta orang. Dan kita belum hitung lagi, nanti di bulan Januari 2018 kita akan meningkatkan untuk melakukan di 78 kabupaten/kota, di 8 provinsi. Untuk berikutnya yang delapan provinsi, 78 kabupaten/kota kita masih hitung bersama dengan BPS, data Pusdatim kita, termasuk masukan-masukan dari pemerintah provinsi yang menjadi sasaran. Jadi sangat banyak sekali sebenarnya target kita. Bayangkan, di tiga provinsi, 12 kabupaten/kota saja target sasaran kita itu 7,9 juta orang.

img_title Seorang Anak yang Diduga Terserang Difteri di Lampung Barat Meninggal setelah Dirawat

Tiga provinsi itu mana saja?

DKI Jakarta, Jawa Barat, dengan Banten. Di 12 kabupaten/kota, termasuk Jabodetabek. Jakarta nya itu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Bekasi, Bogor, Serang, Tangerang, Purwakarta, Karawang, dsb.

Itu ORI tahap pertama?

Iya tahap pertama lah ya. Nanti di bulan Januari 2018 itu tahap selanjutnya di delapan provinsi, 78 kabupaten/kota. Jadi totalnya di akhir bulan September 2018 nanti kita sudah harus melakukan di 11 provinsi, 82 kabupaten/kota. Dan itu tidak menutup kemungkinan untuk kabupaten-kabupaten lain melakukan ORI secara langsung. Karena di Permenkes 12 tahun 2017 itu kan semua harus melakukan imunisasi kan.

Sejauh ini apa saja hambatan dari ORI tersebut?

Hambatan dari ORI sejauh ini, pertama kita melaksanakan ORI yang besar ini kan di tiga provinsi 12 kabupaten/kota, jadi kendala yang kita hadapi saat ini bahwa 75 persen sasaran kita saat ini berada di usia sekolah, karena sasaran kita sampai SMA kelas tiga kan.. sedangkan sekolah sekarang sudah memasuki musim libur. Itu salah satu kendala yang nyata di depan mata, tetapi apakah kita menghentikan pelayanan? Kan tidak. Saya minta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/kota, tolong berinovasi. Tetap pelayanan diberikan di Puskesmas-Puskesmas, tetapi harus diberikan keterangan, sehingga nanti ketika dia masuk ke sekolah, data yang ada di Puskesmas itu dibawa ke sekolah, kemudian dicatat di sekolah, bagi yang belum kita berikan lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut