Trump Siap Luncurkan Operasi Militer Gelombang Kedua ke Venezuela

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum PBB ke-80.
Sumber :
  • UN

Washington, VoxPop – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pihaknya tak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua terhadap Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer AS.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Sabtu, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan skenario lanjutan jika situasi berkembang ke arah yang dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat.

Donald Trump Pamer Foto Presiden Venezuela, Maduro Usai Ditangkap

Photo :
  • ANTARA/Truth Social @realDonaldTrump
img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street Melonjak Tajam dan Bursa Asia Anjlok

“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa kekuatan militer AS berada dalam posisi siaga penuh.

Trump juga mengeklaim Washington mengerahkan kekuatan laut besar di kawasan tersebut.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

“Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela dalam sebuah operasi yang, menurutnya, dilakukan dengan presisi tinggi dan tanpa korban di pihak AS.

Klaim tersebut memicu kebingungan dan reaksi keras dari Caracas, dengan otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui secara pasti keberadaan Maduro dan menuntut klarifikasi mengenai kondisinya.

Kementerian Luar Negeri Venezuela telah pun mengumumkan rencananya untuk mengajukan banding ke organisasi internasional atas tindakan Washington dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS ke Venezuela.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.

"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," kata wapres pada pertemuan Dewan Pertahanan menyusul operasi yang dilancarkan AS.

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi itu melibatkan pasukan elite Amerika Serikat, meski belum ada konfirmasi independen.

Di Washington, sejumlah anggota Kongres mempertanyakan dasar hukum operasi tersebut dan memperingatkan risiko eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Photo :
  • ANTARA/REUTERS/Marco Bello/Foto Dokumen
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut