Trump Ancam Serang Iran Jika Bunuh Pendemo

Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • White House

Washington, VoxPop – Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan “sangat keras” jika negara itu mulai membunuh para pengunjuk rasa, di tengah gelombang protes yang mengguncang Iran sejak bulan lalu akibat memburuknya kondisi ekonomi.

img_title Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

“Jika mereka mulai membunuh orang, yang cenderung mereka lakukan saat kerusuhan, mereka sering mengalami kerusuhan. Jika mereka melakukannya, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump dalam wawancara dengan The Hugh Hewitt Show, Kamis 8 Januari 2026.

“Mereka sudah diperingatkan dengan sangat tegas, bahkan lebih tegas daripada yang saya sampaikan kepada Anda sekarang, bahwa jika mereka melakukan itu, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat,” tambahnya.

img_title Polisi Tangkap Wanita 45 Tahun di Ciamis Jabar, Diduga Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Senada, Wakil Presiden JD Vance mengatakan bahwa AS mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.

“Kami tentu berdiri bersama siapa pun yang terlibat dalam protes damai … yang memperjuangkan hak-hak mereka,” ucapnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Vance menekankan pentingnya negosiasi terkait program nuklir Iran dan menambahkan bahwa “hal paling cerdas” bagi Teheran adalah melakukan “negosiasi yang nyata” dengan AS mengenai program nuklirnya.

Protes dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, pusat aktivitas bisnis ibu kota, dipicu oleh anjloknya nilai rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Nilai Rial baru-baru ini merosot melewati 1.350.000 per dolar AS. Hal itu memicu demonstrasi yang kemudian menyebar ke beberapa kota lain.

Otoritas Iran belum merilis angka resmi korban, namun Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia atau Human Rights Activists News Agency (HRANA) dalam laporan yang diterbitkan Rabu menyebutkan bahwa sedikitnya 38 orang tewas, termasuk empat anggota pasukan keamanan, pada hari ke-11 protes.

HRANA juga melaporkan puluhan orang terluka dan sebanyak 2.217 orang lainnya ditangkap.

Sementara itu, Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa jumlah polisi yang terluka selama protes meningkat menjadi 568 orang, sementara 66 anggota pasukan relawan paramiliter Basij juga dilaporkan terluka. (Ant)

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut