- Istimewa
Ia yakin masih bisa mengontrol RK agar tak berlebihan dan kecanduan. Yanti juga tak merasa keberatan membelikan RK pulsa data agar ia tetap bisa menggunakan gawainya untuk bermain.
Mereka yang Terganggu karena Gawai
Apa yang dialami oleh RI dan AQ ternyata dialami pula oleh ratusan anak lainnya. Banyak di antara mereka akhirnya berurusan dengan psikolog dan psikiater, bahkan menjadi pasien rumah sakit jiwa. Tingkat adiksi mereka terhadap ponsel membuat mereka kesulitan mengendalikan keinginannya.
Ferlita Sari S.Psi, M.Psi, seorang psikolog yang juga parenting coach, mengatakan, kecanduan atau adiksi dekat dengan masalah kejiwaan. Jika sudah adiksi, artinya sudah parah. Adiksi atau kecanduan bisa terjadi pada berbagai hal, seperti pornografi, adiksi gadget, juga adiksi miras.
"Kalau levelnya sudah adiksi, berarti ada ketergantungan. Sudah mempengaruhi fungsi kehidupan sehari hari. Kalau tidak pegang gadget bukan cuma terasa tidak enak, tapi sudah menjadi kecemasan," ujarnya kepada VoxPopnews, Kamis, 17 Oktober 2019.
"Rasanya insecure kalau enggak pegang gadget. Kalau dilarang bisa menjadi sangat agresif, tantrum, menyakiti diri dan orang lain," tuturnya.
Rumah Sakit dr. Marzoeki Mahdi di Bogor, Jawa Barat.
Ucapan Ferli terbukti di Rumah Sakit dr. Marzoeki Mahdi di Bogor, Jawa Barat. Setiap bulan ratusan anak datang berobat ke rumah sakit tersebut.
Sekitar 25 persen di antaranya akibat gadget. Rata-rata usia yang datang ke poli anak dengan usia 7-15 tahun setiap bulan, dengan jumlah 11-12 anak.
Direktur Utama RS dr. Marzoeki Mahdi, dr. Bambang Eko Sunaryanti, Sp.KJ, MARS, mengakui rumah sakitnya menerima anak-anak yang mengalami kecanduan gawai. Tapi ia tak menyebut berapa jumlahnya.
"Penanganannya langsung ditangani oleh dokter yang bersangkutan. Seperti pasien di rumah sakit lain, ada yang rawat jalan dan ada juga yang rawat inap," ujarnya kepada VoxPopnews.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiater Anak RS dr. Marzoeki Mahdi, Dr. Ira Savitri Tanjung Sp.KJ(K), membenarkan ada pasien anak yang datang karena kecanduan gawai. Tapi tak semua pasien datang dengan keluhan kecanduan gawai.
